Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Petisi dukungan untuk jurnalis Timor Leste diluncurkan
  • Kamis, 13 Oktober 2016 — 11:37
  • 1758x views

Petisi dukungan untuk jurnalis Timor Leste diluncurkan

Mantan jurnalis Timor Post, Oki Raimundos dan Lourenco Martina Vicente dikenakan pasal “aduan fitnah” oleh pemerintah Timor Leste dan terancam tiga tahun penjara.
Lourenco Martina Vicente (kiri) dan Oki Raimundos (kanan). Raimundos adalah mantan editor Timor Post, ia berhenti dari posisinya selama proses tuntutan - IFJ
Zely Ariane
Editor :
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Sebuah petisi online untuk meminta pencabutan tuntutan hukum terkait kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan pada dua jurnalis Timor Leste diluncurkan untuk meminta dukungan internasional.

Seperti dilansir asiapacificreport.nz (10/10), petisi tersebut menyatakan bahwa tuntutan kepada kedua jurnalis tersebut adalah serangan terhadap kebebasan pers dan hak atas informasi.

Jurnalis Timor Post, Oki Raimundos dan Lourenco Martina Vicente dikenakan pasal “aduan fitnah” oleh pemerintah Timor Leste dan terancam tiga tahun penjara.

Petisi tersebut dikampanyekan bersama-sama dengan dukungan Committee to Protect Journalists, Freedom House dan International Federation of Journalists.

“Kami mendesak Perdana Menteri Timor Leste, Rui Maria de Araujo, dan pemerintahannya untuk segera mencabut semua tuduhan terhadap Oki Raimundos dan Lourenco Vicente.”

Kesalahan Faktual

Kasus melawan jurnalis tersebut terjadi karena berita laporan yang dipublikasikan tanggal 10 November 2015, yang mengandung kesalahan data faktual pada proses tender pemerintah.

Media tersebut meminta maaf, dan mempublikasikan koreksi serta hak jawab dari kantor pemerintah terkait laporan tersebut. Namun demikian, pemerintah tertap saja bersikeras melanjutkan tuntutan.

UU media Timor Leste sebelumnya sudah dikritik karena “represif” ketika disahkan tahun 2014.(*)

loading...

Sebelumnya

Solidaritas Suku Sioux, aktivis lingkungan tutup paksa aliran minyak mentah

Selanjutnya

Kelompok HAM Israel desak PBB akhiri brutalitas pendudukan Israel di Palestina

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe