Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Menteri Urusan Bougainville baru di PNG teruskan mandat referendum
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 12:13
  • 635x views

Menteri Urusan Bougainville baru di PNG teruskan mandat referendum

Dia bertekad untuk bekerja dengan Perdana Menteri PNG dan rekan-rekan menteri, Presiden Bougainville dan anggota Pemerintah Otonom Bougainville untuk memberlakukan secara penuh Perjanjian Perdamaian Bougainville.
Tanggal 15 Juni 2019 telah ditetapkan untuk referendum kemerdekaan di wilayah Otonomi Bougainville di PNG - RNZI/Johnny Blades
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Port Moresby, Jubi - Menteri Urusan Bougainville yang akan segera meninggalkan jabatannya, Joe Lera, dan penggantinya Pastor Simon Dumarinu mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Papua Nugini dan Pemerintah Otonom Bougainville untuk mempersiapkan daerah tersebut mengadakan referendum kemerdekaannya.

Surat kabar The National melaporkan bahwa kedua pejabat tersebut meminta pemerintah nasional dan PNG serta Pemerintah Otonom Bougainville bekerja sama, terutama untuk merundingkan dan menyetujui semua evaluasi dan tinjauan yang akan dilakukan menjelang referendum di bulan Juni 2019 mendatang.

Menteri Lera mengatakan Perjanjian Perdamaian Bougainville sudah dengan jelas menyatakan bahwa kriteria untuk menentukan kapan tata laksana pemerintahan yang baik dicapai termasuk demokrasi dan kesempatan berpartisipasi oleh semua rakyat Bougainville, transparansi dan akuntabilitas, dan menghormati hak asasi manusia serta peraturan hukum.

Dia mengatakan gentingnya pengalokasian dana untuk Bougainville melalui program peningkatan layanan di tingkat provinsi dan kabupaten.

Pastor Dumarina menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat Bougainville dan PNG secara keseluruhan menghadapi peluang dan tantangan dalam membangun perdamaian.

Dia bertekad untuk bekerja dengan Perdana Menteri PNG dan rekan-rekan menteri, Presiden Bougainville dan anggota Pemerintah Otonom Bougainville untuk memberlakukan secara penuh Perjanjian Perdamaian Bougainville.

Sebelumnya dilaporkan The National (14/8), briefing telah dilakukan antara Pastor Dumarina dengan Kantor Koordinasi Nasional untuk Urusan Bougainville (National Coordination Office for Bougainville Affairs, NCOBA), Dumarinu disambut oleh Pelaksana Tugas Direktur NCOBA, John Avira, dan Pejabat Tinggi NCOBA dengan pesan bahwa NCOBA memiliki mandat yang sangat penting yang harus dipenuhi.

Sebuah brief yang dipresentasikan kepada Pastor Dumarinu menunjukkan proses yang memimpin terjadinya referendum tersebut, Avira menjanjikan kesiapan NCOBA untuk bekerja sama dengan menteri baru tersebut.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Mencurigakan, pemindahan tahanan dengan alasan medis di Manus

Selanjutnya

LSM Pasifik anugerahkan ‘Pacific Fossil Award’ kepada Australia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe