Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. LSM Pasifik anugerahkan ‘Pacific Fossil Award’ kepada Australia
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 12:39
  • 489x views

LSM Pasifik anugerahkan ‘Pacific Fossil Award’ kepada Australia

Penghargaan ini diprakarsai oleh Pacific Islands Climate Action Network (PICAN), dan bertujuan untuk mengecam negara-negara yang tidak melakukan tindakan apapun untuk beralih dari bahan bakar minyak dan menangani pemanasan global.
Duta Besar Australia untuk Lingkungan, Patrick Suckling - DFAT Australia
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Fiji, Jubi - Penghargaan pertama ‘Pacific Fossil Award’ diberikan kepada Australia karena usahanya untuk meyakinkan negara-negara Pasifik bahwa pihaknya serius menghadapi pemanasan global, walaupun negara ini memperburuk keadaan dengan meningkatkan ekspor batubara dan tetap memromosikan penggunaan batu bara di negara lain.

Penghargaan ini diprakarsai oleh Pacific Islands Climate Action Network (PICAN), dan bertujuan untuk mengecam negara-negara yang tidak melakukan tindakan apapun untuk beralih dari bahan bakar minyak dan menangani pemanasan global.

 ‘Pacific Fossil Award’ ini diberikan kepada Duta Besar Australia untuk Lingkungan, Patrick Suckling. Suckling sekarang sedang berada di Fiji sebagai bagian dari turnya  ke negara-negara Pasifik untuk mempromosikan komitmen Australia.

Sebagai bagian dari tur ini, Suckling mengunjungi Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kiribati, Fiji dan Tonga. Minggu lalu, ketika sedang mengunjungi Kiribati (negara atol yang masa depannya terancam akibat meningginya permukaan laut), Suckling mengatakan bahwa Australia memiliki posisi yang kuat menyoal iklim. Lebih jauh lagi ia mengatakan bahwa Australia adalah salah satu negara yang memiliki target paling ambisius di antara negara anggota G20.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan analisis independen dari Climate Transparency, yang menilai bahwa Australia sebagai negara yang paling buruk di kalangan  G20 dalam usaha menangani pemanasan global.

Klaim Suckling bahwa Australia telah membuat target ambisius untuk mengurangi emisi telah ditolak mentah-mentah oleh pemerintah negara-negara kepulauan di Pasifik. Dalam sebuah pernyataan Duta Besar Kepulauan Marshall untuk urusan perubahan iklim Tony de Brum, mengatakan bahwa kalau negara-negara lain membuat target yang sama dengan Australia, maka negaranya dan negara-negara Pasifik lain yang posisinya tidak tinggi akan hilang seiring naiknya permukaan laut. 

Petugas Proyek PICAN COP23 Genevieve Jiva mengatakan kepura-puraan Australia menghadapi  pemanasan global, walaupun mereka tidak melakukan  banyak untuk mengurangi emisi mereka di rumah dan malah meningkatkan jumlah ekspor ke luar negeri, merupakan usaha untuk memperdaya kita semua.

Lebih jauh lagi, Jiva mengatakan keputusan PICAN untuk memberikan penghargaan ini kepada Australia merupakan hasil pemikiran yang serius dan berkepanjangan. 

“Berulang kali, para pemimpin dari negara-negara kepulauan telah mengatakan bahwa pemanasan global merupakan ancaman terbesar terhadap penghidupan, keamanan dan kesejahteraan orang kita,” tambah Jiva. “Australia adalah negara terbesar dan terkaya di antara para anggota Pacific Islands Forum. Kita memerlukan Australia untuk bekerja bersama dengan kita untuk menangani masalah ini.”  

Noelene Nabulivou adalah salah satu pemimpin PPGCCSD (Pacific Partnerships on Gender, Climate Change and Sustainable Development atau Kerjasama Pasifik untuk isu Gender, Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan) dan Koordinator DIVA for Equality Political Coordinator.

Nabulivou berkata bahwa, “ini waktu bagi semua negara untuk mengambil tindakan tegas. Perempuan Pasifik tahu apa yang dipertaruhkan, dan sedang berjuang demi hidup dan planet kita ini. Perlu ada transisi yang benar dan mendesak menuju ke ekonomi yang lebih rendah emisi, di mana kita lebih serius memperhatikan tantangan yang ada karena sistem sosio-ekonomi dan geopolitics yang tidak adil, dan ketidakadilan di dalam masyarakat dan ketidaksetaraan antar negara.”

Australia sekarang adalah negara pengekspor batu bara terbesar, dan ia sedang berencana untuk mensubsidi tambang batu bara terbesar di dunia di negara bagian Queensland. Tambang batu bara Adani-Carmichael sebegitu besar hingga emisi yang dihasilkan dari produksi tambang ini tiga kali lebih besar daripada emisi 22 negara dan wilayah Pasifik ketika digabung.

Duta Besar Suckling sendiri menyebut proposal tambang Adani-Carmichael – yang akan menghasilan 6o juta ton batu bara setiap tahun selama 60 tahun ke depan – sebagai proyek yang luar biasa.

Negara-negara dan pemimpin masyarakat Pasifik, di pihak lain, telah berulang kali berkata bahwa batu bara tidak memiliki masa depan yang menjanjikan, dan sebagai bagian dari Suva Declaration on Climate Change pada tahun 2015 telah meminta moratorium global pembukaan tambang batu bara di seluruh dunia. Semua negara-negara, sesuai seruan ini, harus beralih ke sumber energi yang dapat diperbarui sesegera mungkin.

Fiji akan menjadi presiden di Conference of Parties (COP23), pertemuan United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) tahun ini. Perdana Menteri Fiji Voreqe Bainimarama sebelumnya telah meminta Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk mengadakan ‘sebuah moratorium pengembangan cadangan batu bara di Australia’.

Australia memiliki reputasi sebagai pengganggu di acara-acara negosiasi iklim internasional di mana ia biasanya mendorong agenda para pelobi bahan bakar fosil.

Pada saat negosiasi soal iklim (COP22) di Marrakesh, November 2016 lalu, Australia diberi ‘penghargaan’ ‘fossil of the day’ dari Climate Action Network. Penghargaan itu juga diberikan untuk mengecam Australia yang ketika itu sedang melobi mendapatkan dukungan untuk pengembangan salah satu tambang batu bara terbesar di dunia.(L. J. Giay)

loading...

Sebelumnya

Menteri Urusan Bougainville baru di PNG teruskan mandat referendum

Selanjutnya

Bougainvilleans United Against Mining tetap lawan ekspansi pertambangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe