Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ketua STK Touye Paapaa: Kami butuh dukungan dana
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 15:14
  • 484x views

Ketua STK Touye Paapaa: Kami butuh dukungan dana

Sekolah Tinggi Kataketik (STK) Touye Paapaa Deiyai, Dekenet Paniai menggelar acara ulang tahun ketiga. Selama tiga tahun ini, sekolah tinggi yang berdiri pada 13 November 2014 dengan nomor SK Dj.IV/Hk.00.5/185/2014, masih kekurangan dana untuk operasional kegiatan perkuliahan.
Foto bersama para dosen dan mahasiswa STK Touye Paapaa Deiyai usai perayaan ekaristi yang dipimpin Pastor Dekan Dekenat Paniai, P.Marten E. Kuayo, di aula SMP YPPK Waghete, Kamis (24/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Deiyai, Jubi - Sekolah Tinggi Kataketik (STK) Touye Paapaa Deiyai, Dekenet Paniai menggelar acara ulang tahun ketiga. Selama tiga tahun ini, sekolah tinggi yang berdiri pada 13 November 2014 dengan nomor SK Dj.IV/Hk.00.5/185/2014, masih kekurangan dana untuk operasional kegiatan perkuliahan.

Ketua STK Touye Paapaa Deiyai, P. Michael Tekege Pr mengatakan hingga kini pihaknya kewalahan dalam mendapatkan pendanaan guna menunjang kebutuhan di kampus yang dipimpinnya.

“Untuk dana kami hanya dapatkan uang semester dari para mahasiswa. Itu uang tetap. Dari Pemda Deiyai hanya tahun 2014 dibantu. Jadi uang semester dari mahasiswa ini kami gunakan untuk membayar honor para dosen Rp 26 juta per bulan. Uang semester dari mahasiswa sekitar Rp 100 juta per tahun. Tidak hitung sarana prasarana dan ATK. Kami bertahan karena uang semester dari mahasiswa,” jelas P. Michael Tekege Pr, dalam sambutannya pada perayaan  HUT ke-3, di Aula SMP YPPK Waghete, Kamis, (24/82017).

Pihaknya membutuhkan dana itu dalam rangka pembangunan gedung kampus di Damabagata dan alat kelengkapan lainnya.

Dikatakan Pater Michael, kurikulum yang dijalankan dua macam, untuk semester tiga sampai tujuh pihaknya menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sedangkan semester satu dan dua menggunakan kurikulum biasa. 

“Karena KKNI dalam kurikulum itu ada wajib dan itu berkaitan dengan tri dharma pertama yaitu Pendidikan. Kami punya rumpun teologi, katakese, dan pastoral,” ujar pastor paroki Epouto ini.

Jumlah dosen yang dimiliki kampus yang dilahirkan atas hasil Musyawarah Pastoral suku Mee (Muspasmee) III di paroki Diyai itu ada 21 orang.

“Enam dosen tetap. Satu dalam proses mau tetap. Ada tiga orang rangkap, dosen tapi kerja di sekretariat juga,” katanya.

Ditambahkan, pihaknya memiliki banyak dosen karena bantuan dari Uskup Timika melalui Dekenat Paniai.

“Dan para dosen ini hampir semua petugas gereja,” bebernya seraya menambahkan jumlah mahasiswa sebanyak 97 orang dari angkatan 2014 sampai 2017.

Tempat yang sama, Pastor Dekan Dekenat Paniai, P. Marten e. Kuayo, Pr mengungkapkan kehadiran kampus tersebut menjawab kebutuhan umat di wilayah yang dipimpinnya bahkan Dekenat Kamuu Mapiha (Kamapi).

“STK ini ibarat anak kecil, dia masih jatuh bangun untuk berdiri. Kita tetap berjuang supaya sekolah ini memberi warna dalam kehidupan umat Katolik di Meuwodide. Sekarang kita benahi yang kurang. Kita sama-sama pikir bangunan dan fasilitas lainnya supaya akreditasinya aman,” papar Kuayo. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Himpunan Mahasiswa Lanny Jaya data anggota masuk asrama

Selanjutnya

Sebanyak 50 mahasiswa ISBI Tanah Papua ikuti PKKMB

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe