Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Calon independen sulit dapatkan dukungan legislatif
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 17:30
  • 1227x views

Calon independen sulit dapatkan dukungan legislatif

Kalau misalnya yang bersangkutan maju independen dan terpilih, begitu kebijakan dikeluarkan pemda, tidak akan mendapat legitimasi di legislatif, karena kepala daerahnya tidak diusung partai politik," katanya ketika dihubungi Jubi, Kamis (24/8/2017).
Ilustrasi pelaksanaan pilkada di Papua - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi


Jayapura, Jubi - Salah satu solusi yang dapat mencegah adanya calon tunggal dalam pilkada, dengan munculnya calon independen.

Jika calon lain dari jalur partai politik tidak mendapat dukungan partai, calon independen bisa menjadi solusi mencegah adanya calon tunggal jika ia lolos verifikasi.  Ibrahim Kristofol Kendi, S.Sos, MPA dari Fakultasi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura mengatakan, keberadaan calon independen memungkinkan dapat mencegah munculnya calon tunggal. Namun ketika calon independen nantinya terpilih, ia akan sulit mendapat dukungan legislatif dalam setiap kebijakannya.

"Kalau misalnya yang bersangkutan maju independen dan terpilih, begitu kebijakan dikeluarkan pemda, tidak akan mendapat legitimasi di legislatif, karena kepala daerahnya tidak diusung partai politik," katanya ketika dihubungi Jubi, Kamis (24/8/2017).  
Menurutnya, jika terpilih, kepala daerah dari calon independen tentu akan melaksanakan kebijakannya tanpa peduli dengan kepentingan partai politik, karena paslon merasa dipilih murni oleh rakyat, bukan karena parpol.

"Namun kebijakan yang diambil tidak akan pernah mendapat dukungan legislatif. Kepala daerah ini akan menyatakan, saya dipilih murni masyarakat, bukan diusung partai," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Orwan Tolli Wone mengatakan, calon independen bisa menjadi alternatif masyarakat, ketika mereka kehilangan kepercayaan terhadap calon dari partai politik (parpol).

"Selama ini calon yang terpilih dalam pilkada didominasi calon yang diusung parpol. Kalau ada calon independen memenangkan pilkada, berarti dia mendapat kepercayaan dari rakyat, karena dianggap akan mampu dan dapat lebih baik dibanding calon dari parpol," kata Orwan. (*)

loading...

Sebelumnya

Akhirnya, Bupati dan DPRD Deiyai sepakat usir perusahaan Dewa dan Brimob

Selanjutnya

Komnas HAM Papua: masalah klasik jangan terjadi di pilgub

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe