Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Masyarakat Papua tunggu tindakan tegas KPK
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 18:25
  • 1296x views

Masyarakat Papua tunggu tindakan tegas KPK

Pastor Jhon Djonga salah satu tokoh agama di Jayawijaya mengatakan, setelah bertemu perwakilan KPK, Rabu (23/8/2017), di Rumah Bina Wamena, ia menyampaikan penderitaan rakyat Papua akibat perbuatan para koruptor.
Pertemuan sejumlah masyarakat bersama perwakilan KPK di Rumah Bina-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Wamena, Jubi – Kunjungan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Papua, khususnya Kabupaten Jayawijaya sejak awal pekan dalam rangka rencana aksi pemberantasan korupsi, diharapkan bukan sekadar seremonial atau pencegahan semata.

Pastor Jhon Djonga salah satu tokoh agama di Jayawijaya mengatakan, setelah bertemu perwakilan KPK, Rabu (23/8/2017), di Rumah Bina Wamena, ia menyampaikan penderitaan rakyat Papua akibat perbuatan para koruptor.

“Koruptor itu pelanggar HAM dan lebih jahat dari teroris,” katanya.

Menurutnya momentum kedatangan KPK ke Jayawijaya, dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar kedatangan KPK bukan hanya memberikan spirit pencegahan tindak pidana korupsi, tetapi bagaimana mengambil tindakan tegas.

"Sejumlah tokoh dan masyarakat lainnya, dengan dikucurkannya dana miliaran hingga triliunan rupiah ke Papua, bukan membuat masyarakat menjadi bahagia, tetapi justru menambah penderitaan rakyat. Masyarakat di kampung-kampung, kaum perempuan, hak-hak anak dan pelayanan publik tentang kesehatan maupun lainya tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Samuel Pigay, mantan tenaga ahli P3MD mengaku, setiap penyaluran dana desa di Kabupaten Jayawijaya, musyawarah kampung yang dilakukan tidak melibatkan elemen-elemen masyarakat baik itu perempuan, pemuda, adat, agama dan lainnya.

“Saat membuat dan menyusun RPJM maupun APBK, tidak pernah ada keterlibatan dari masyarakat. Dalam tim Bamuskam pun masyarakat tidak dilibatkan,” ungkapnya.

Sementara itu koordinator Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP), Mully Wetipo, menginginkan agar kedatangan KPK ke Jayawijaya khususnya, tidak hanya melakukan audit semata. Apabila ada temuan-temuan atau penyimpangan serius, segera ditindaklanjuti sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Paling tidak mengurangi ketimpangan-ketimpangan yang akan terjadi, karena selama kita lihat semenjak KPK dibentuk, hingga saat ini belum ada satu pun kasus yang diungkap KPK di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Menteri BUMN dorong pemasaran kopi Arabika Wamena

Selanjutnya

Warga Wesakin pertanyakan transparansi dana kampung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe