Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Warga Wesakin pertanyakan transparansi dana kampung
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 18:35
  • 827x views

Warga Wesakin pertanyakan transparansi dana kampung

Tokoh masyarakat Distrik Wouma, Isak Wuka menjelaskan, kedatangan masyarakat untuk bertemu langsung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), sebab saat dana tersebut dicairkan, tidak melibatkan masyarakat terutama dalam musyawarah kampung (Muskam).
Masyarakat Kampung Wesakin saat mendatangi kantor Dinas Otonom tanyakan realisasi dana kampung-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Wamena, Jubi - Puluhan warga masyarakat dari Kampung Wesakin, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (24/8/2017), mendatangi gedung Wenehule Hubi Kantor Otonom Kabupaten Jayawijaya, guna meminta penjelasan terkait penggunaan dana kampung, yang dianggap kurang transparan selama tiga tahun berjalan, terutama dana kampung tahap pertama 2017.

Tokoh masyarakat Distrik Wouma, Isak Wuka menjelaskan, kedatangan masyarakat untuk bertemu langsung dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), sebab saat dana tersebut dicairkan, tidak melibatkan masyarakat terutama dalam musyawarah kampung (Muskam).

"Sudah tiga tahun berjalan kami di Wesakin tidak pernah lakukan Muskam. Semua dana itu dicairkan tanpa keterlibatkan kami masyarakat dan penggunaannya juga tidak jelas untuk tahun ini," kata Isak Wuka kepada wartawan.

Selain itu masyarakat juga mempertanyakan dana 900 juta yang telah dicairkan oleh kepala kampung, yang mana 30 persen dari dana tersebut, diketahui telah digunakan untuk membayar honor aparatur kampoug Wesakin. Sementara sisanya entah disalurkan ke mana.

“Memang sesuai aturan dana 30 persen itu untuk bayar honor aparatur kampung, dan sisanya 70 persen digunakan dalam program masyarakat, namun sampai saat ini belum ada penjelasan terkait dana sisa itu,” kata Isak.

Sementara Kepala Kampung Wesakin, Ruben Wetipo menjelaskan, dana desa tahap pertama, sudah dibayar sesuai RAP yang ada dan untuk sisanya masih disimpan. Dana tersebut dicairkan pada tanggal 19 Agustus lalu.

“Jadi untuk hak honor sudah dikasih, sedangkan dana yang sesuai RAP itu sedang disimpan, karena DPA lain tuntutannya lain, dan saya ikuti DPA yang ada, misalkan MCK di beberapa titik akan saya bikin,” kata Ruben. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat Papua tunggu tindakan tegas KPK

Selanjutnya

Buntut kejadian di Ibele, warga dan polisi jalani proses hukum

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe