Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Buntut kejadian di Ibele, warga dan polisi jalani proses hukum
  • Kamis, 24 Agustus 2017 — 19:03
  • 1302x views

Buntut kejadian di Ibele, warga dan polisi jalani proses hukum

"Kapolda telah memerintahkan untuk menghubungi Kapolres Lanny Jaya, agar segera memeriksa atau mengirim anggota yang melakukan pembakaran honai dan menembak ternak babi untuk diperiksa dan diproses tegas. Tidak ada yang disembunyikan. Segala yang berkaitan dengan kerugian ada aturan adat dan akan diserahkan ke Polres Lanny Jaya untuk penyelesaian," kata Yan Reba.
Pertemuan Kapolres Jayawijaya bersama sejumlah tokoh menyangkut permasalahan di Ibele-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi
 
Wamena, Jubi – Pascakejadian penikaman terhadap anggota Polres Lanny Jaya di Kampung Ibele, Kabupaten Jayawijaya beberapa waktu lalu oleh warga dan perampasan senjata, yang berujung pembakaran honai adat dan penembakan ternak babi yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Lanny Jaya, Polres Jayawijaya memediasi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah, dengan menghadirkan sejumlah tokoh adat, masyarakat dan agama di Mapolres Jayawijaya, Kamis (24/8/2017).

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengakui maksudnya mengumpulkan para kepala suku, kepala kampung, pihak gereja dan pemerhati HAM bukan untuk menuntut siapa yang salah, tapi menyatukan pendapat untuk menolak tindakan kriminal yang dilakukan oleh masyarakat.

“Ke depan kami akan membangun satu pos terpadu untuk membangun jalur trans Wamena-Lanny Jaya, sehingga tidak ada alasan satu penjahat yang menguasai satu wilayah. Senjata rampasan sudah dikembalikan. Para tersangka LE, AM, MK, AW, KM dan BS sudah diamankan, dan masih ada seorang lagi yang belum menyerahkan diri,” ungkapnya.

Sedangkan untuk anggota polisi yang membakar honai adat Diu Ibele, Polres Jayawijaya sudah melaporkannya kepada Kapolda Papua.

"Kapolda telah memerintahkan untuk menghubungi Kapolres Lanny Jaya, agar segera memeriksa atau mengirim anggota yang melakukan pembakaran honai dan menembak ternak babi untuk diperiksa dan diproses tegas. Tidak ada yang disembunyikan. Segala yang berkaitan dengan kerugian ada aturan adat dan akan diserahkan ke Polres Lanny Jaya untuk penyelesaian," kata Yan Reba.

Sementara Ketua Jaringan Advokasi penegakan hukum dan HAM se-pegunungan tengah Papua, Theo Hesegem menilai, untuk jalan trans Wamenatidak boleh lagi ada gangguan. Dua tindakan semena-mena yang dilakukan baik oleh masyarakat maupun aparat, merupakan tindakan yang tidak terpuji.

Tokoh Gereja, Pastor Jhon Djonga mengakui semua masalah dipicu karena miras. Peristiwa seperti ini menurutnya sering terjadi.

“Saya sangat mendukung apa yang menjadi imbauwan Kapolres Jayawijaya jika pelaku pembakaran honai dan penembakan ternak babi diproses hukum, artinya ada keseimbangan bukan hanya masyarakat saja yang diproses tetapi anggota yang melakukan hal itu juga diproses,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Warga Wesakin pertanyakan transparansi dana kampung

Selanjutnya

Pemerintah Yahukimo salurkan dana desa tahap I

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe