Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. DPRP dukung sikap bupati dan DPRD Deiyai
  • Jumat, 25 Agustus 2017 — 07:19
  • 1272x views

DPRP dukung sikap bupati dan DPRD Deiyai

Kadepa mengatakan publik perlu tahu pihaknya bukan menolak pembangunan jalan, tetapi menolak tegas perusahaan yang tidak menguasai kondisi antropologis daerah etempat. 
dr. Anton Mote, pejabat Provinsi Papua juga sebagai tokoh intelektual suku Mee Deiyai saat menyampaikan orasi pengusiran PT Putra Dewa Paniai dan satuan Brimob, di halaman kantor DPRD Deiyai, Senin, (21/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) melalui Komisi I yang membidangi pemerintah, hukum dan HAM menyatakan, mendukung sikap bijaksana yang diambil oleh bupati, DPRD Kabupaten Deiyai dan Kapolres Paniai yang telah melahirkan satu kesepakatan bersama, untuk menjawab aspirasi rakyat yang menuntut PT Putra Dewa Paniai dan Brimob dipulangkan dari wilayah Tigi (Deiyai).

"Hal ini menjadi sebuah pelajaran buat PT Modern dan perusaan lain yang masih (sedang) bekerja di wilayah Deiyai, Paniai dan Dogiyai. Bahkan di seluruh Papua yang kelakuannya tidak jauh berbeda dengan PT. Dewa Group selama ini,” jelas anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa, kepada Jubi via pesan singkat, Kamis, (24/8/2017).

Kadepa mengatakan publik perlu tahu pihaknya bukan menolak pembangunan jalan, tetapi menolak tegas perusahaan yang tidak menguasai kondisi antropologis daerah etempat. 

“Penempatan satuan Brimob di Kabupaten Deiyai dan pada umumnya di wilayah Pegunungan Papua adalah persoalan. Kami selalu meminta ke Kapolri dan Polda Papua agar dievaluasi. Kalau bisa ditarik dan tidak membuka pos di daerah. Alasannya selalu tidak bersahabat. Karena tidak menyatu dengan rakyat setempat,” papar politikus Partai NasDem ini.

Terpisah, Bupati Kabupaten Deiyai, Dance Takimai menegaskan, atas desakan masyarakat Deiyai karena telah menelan korban nyawa Yulianus Pigai dan belasan lainnya luka-luka, maka ia nyatakan secepatnya PT Putra Dewa Paniai dan satuan Brimob, diusir dari daerahnya.

“Saya Bupati Kabupaten Deiyai sepakat untuk kita usir bersama. Tapi, kita tetap menjaga keamanan. Meski kita membutuhkan pembangunan infrastruktur, namun jika sikap mereka (perusahaan) begitu, kita usir,” tegas bupati. (*)

loading...

Sebelumnya

Jangan abaikan masyarakat adat pada pembahasan KK PTFI

Selanjutnya

Gobay: pemerintah selesaikan kasus HAM atau dipermalukan di forum internasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe