Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Pemda Kaimana konsisten bangunan jalan turunkan angka kemiskinan
  • Jumat, 25 Agustus 2017 — 11:09
  • 1150x views

Pemda Kaimana konsisten bangunan jalan turunkan angka kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam beberapa tahun terakhir terus mengelontorkan  sejumlah dana  lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk  membuka keterisolasian  yang menghambat peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu ruas jalan di Kota Kaimana - IST
Jacob Owen
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaimana, Jubi – Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam beberapa tahun terakhir terus mengelontorkan  sejumlah dana  lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk  membuka keterisolasian  yang menghambat peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dua lokasi yang saat ini sedang digenjot pembangunan infrastruktur jalan yakni peningkatan pembanggunan  ruas jalan LABobo-Wangatnauw–Jarato dan Avona–Yamor,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Kaimana, Ir. Nicolaas E Kuahaty, kepada wartawan disela kesibuknya usai pertemuan dengan DPRD dalam pembahasan realisasi APBD 2016, Kamis (24/8/2017) siang.

Dijelaskan Kuahaty, maksud dari kebijakan kepala daerah untuk membuka keterisolaian adalah untuk mengurangi tingginya angka kemiskinan di daerah tersebut. Berdasarkan data BPS,  37 persen penduduk miskin berada di perkampung. Sementara hanya 5 persen penduduk miskin berdomisili di kota.

”Pemerintah daerah konsisten melakukan kebijakan untuk membuka daerah-daerah terisolasi. Masalah krusial yang kita hadapi hari ini masih tingginya angka kemiskinan. Kita tahu bahwa kemiskinan hari ini masih ada di daerah kampung. Di Kaimana, data BPS itu 37 persen penduduk miskin ada di kampung. Kurang lebihnya hanya 5 % berada di kota. Salah satu penyebab kemiskinan karena sulitnya mereka mengaskes berbagai fasilitas. Contoh, kalau di Kampung Jarati satu orang punya lima karung pala dia hanya bisa terima dua karung yang tiganya itu habis untuk biaya transportasi. Hari ini dengan tersedianya jalan mungkin produksinya tetap lima karung tapi dari sisi biaya sudah mengurang” katanya.

Dikatakan dengan terbukanya aksesibiltasi  yakni pembanggunan pembukaan ruas jalan di dua titik sektor pertumbuhan ekonomi, saat ini penghasilan masyarakat dari hasil pertanian dan perkebunan bisa lebih baik dari sebelumnya.

Kuahaty berharap dengan kebijakan yang dilakukan oleh kepala daerah, ke depan dapat memberikan dampak yang postif bagi kemajuan perekonomian masyarakat terutama bagi mereka yang berdomisili di pegunungan dengan jarak jangkau yang sulit. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Massa karyawan Freeport bakar Terminal Gorong-gorong

Selanjutnya

Pelayanan BPN Kaimana memprihatinkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe