Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Bougainvilleans United Against Mining tetap lawan ekspansi pertambangan
  • Jumat, 25 Agustus 2017 — 15:39
  • 502x views

Bougainvilleans United Against Mining tetap lawan ekspansi pertambangan

Onartoo menegaskan Pemerintah Otonom Bougainville lemah dan tidak memiliki undang-undang dan sistem pemerintahan untuk mengatur dan menghadapi tambang skala besar dengan efektif.
Tambang tembaga Panguna di Bougainville – RNZI/Supplied
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Bougainville, Jubi – Sebuah kelompok yang menamakan dirinya 'Bougainvilleans United Against Mining' atau Persatuan Penduduk Bougainville Penentang Pertambangan menegaskan perlawanan mereka berlanjut terhadap dimulainya kembali kegiatan pertambangan di Panguna, Bougainville.

Pemerintah di Provinsi otonom Papua Nugini mendorong dibukanya kembali tambang tembaga dan emas untuk memberi tumpangan ekonomi menjelang referendum kemerdekaan yang akan diselenggarakan pada Juni 2019.

Menteri Pertambangan Bougainville Raymond Masono minggu ini memuji usaha resolusi bersama mantan gerilyawan untuk mendukung pembukaan kembali tambang tersebut. Namun salah satu kelompok yang dipuji oleh menteri tersebut, seorang mantan komandan Angkatan Darat Revolusioner Bougainville, James Onartoo mengatakan bahwa dia dan kelompoknya tidak mendukung keputusan ini.

Onartoo menegaskan bahwa kelompok mereka, yang terdiri dari banyak perempuan, pemilik tanah dan mantan gerilyawan, tidak akan mendukung pembukaan kembali tambang Panguna, atau tambang dimanapun di Bougainville.

Anggota kelompok tersebut bergabung dalam aksi pemblokiran untuk menghentikan Pemerintah Otonom Bougainville menandatangani nota kesepakatan dengan pemilik lahan di Panguna dua bulan lalu.

Onartoo menegaskan Pemerintah Otonom Bougainville lemah dan tidak memiliki undang-undang dan sistem pemerintahan untuk mengatur dan menghadapi tambang skala besar dengan efektif.

Dia juga mengatakan tanpa mekanisme mapan yang penting seperti itu dimulainya kembali pertambangan hanya akan membawa lebih banyak kerugian dibanding keuntungan.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

LSM Pasifik anugerahkan ‘Pacific Fossil Award’ kepada Australia

Selanjutnya

Dituduh terlibat penipuan, Menteri di Samoa undur diri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4598x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4021x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe