Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tokoh Papua bersatu lawan paradigma pusat
  • Minggu, 27 Agustus 2017 — 14:13
  • 4588x views

Tokoh Papua bersatu lawan paradigma pusat

Hal itu dikatakan anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM itu, terkait pemanggilan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai saksi oleh Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan korupsi dana pendidikan, tahun 2016, yang menimbulkan perdebatan berbagai kalangan di Papua.
Kantor DPR Papua - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua, Laurenzus Kadepa mengajak para tokoh Papua bersatu melawan paradigma buruk pemerintah pusat kepada orang Papua selama ini, yang seakan menganggap orang Papua tidak mampu dan lainnya.

Hal itu dikatakan anggota Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM itu, terkait pemanggilan Gubernur Papua, Lukas Enembe sebagai saksi oleh Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan korupsi dana pendidikan, tahun 2016, yang menimbulkan perdebatan berbagai kalangan di Papua.

"Saya mengajak kepada semua tokoh, bahkan kita semua, bersatu melawan paradigma buruk pemerintah pusat kepada Papua selama ini. Kita selalu dianggap tidak mampu, pejabat korup tanpa mereka dapat menunjukkan data dan bukti. Kita kuat kalau kita sadar dan bersatu. Kenapa kita bertengkar sendiri," kata Kadepa ketika menghubungi Jubi via teleponnya, Minggu (27/8/2017).

Menurutnya, orang Papua tidak kalah dengan daerah lain kalau sadar dan bersatu. Namun jika tidak, Papua tetap disebut pelengkap dalam negara ini.

Pemanggilan Gubernur Papua, Lukas Enembe oleh Bareskrim Polri sebagai saksi lanjut dia, merupakan urusan penegak hukum. Tidak dapat intervensi, namun jika pemanggilan itu bernuansa politik, tentu tak dapat diterima oleh rakyat Papua.

"Di mata saya Lukas Enembe adalah seorang tokoh Papua yang luar biasa, mempunyai nyali dan memiliki komitmem membangun Papua dalam kerangka NKRI. Hanya sebagian kelompok penguasa negara ini yang meragukan Lukas Enembe," ujarnya.  

Katanya, selain Lukas Enembe, tokoh Papua lain yang patut diapresiasi di antaranya, Natalius Pigai, Paulus Waterpauw, John Wempi Wetipo dan masih banyak lagi. 

"Saya bicara terlepas dari kepentingan politik pilgub Papua, 2018 atau lainnya. Saya ingin orang Papua, ras Melanesia menunjukkan kepada mereka yang lain di negara ini, negara yang memiliki penduduk mayoritas Melayu, kalau kita juga bisa," imbuhnya. 

Penyidik Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan gubernur Papua sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi, Kamis (31/8/2017).

Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes (Pol) Erwanto Kurniadi mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat panggilan kepada Enembe. 

Tak hanya akan memeriksa Gubernur Papua, penyidik Bareskrim juga akan memeriksa sejumlah pejabat Pemprov Papua.

"Gubernur pada hari Kamis, Sekda pada hari Selasa. Senin sampai Kamis pekan depan pemeriksaan pejabat-pejabat pemprov terkait," kata Erwanto Kurniadi seperti dikutip dari harianterbit.com. (*)

loading...

Sebelumnya

Polisi jadwalkan periksa 10 pejabat provinsi Papua

Selanjutnya

Bertemu Jokowi, Gobai: jangan lupakan pemilik ulayat PTFI

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe