Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Muslim Syiah Afganistan minta perlindungan
  • Minggu, 27 Agustus 2017 — 19:27
  • 757x views

Muslim Syiah Afganistan minta perlindungan

Pos polisi sangat dekat dengan masjid kami tapi mereka tidak bertindak hingga teroris membunuh dan melukai puluhan orang
Kepolisian Afghanistan berusaha menolong seorang anak kecil usai terjadinya aksi bom bunuh diri di sebuah masjid Muslim Syiah di Kabul, Afghanistan, 25 Agustus 2017.Jubi/Reuters
Syam Terrajana
syam@tabloidjubi.com
Editor : ANTARA

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kabul, Jubi - Korban serangan terkini terhadap Muslim Syiah di Afghanistan menyampaikan kemarahan mereka kepada pemerintah, dengan menuduhnya gagal melindungi mereka meski telah terjadi berulang kali serangan terhadap mereka.

Pelaku bom bunuh diri dan sejumlah orang bersenjata - beberapa di antaranya mengenakan seragam polisi - menyerang sebuah masjid di Kabul, ketika sejumlah jamaah sedang menunaikan sholat pada Jumat. 40 orang lebih tewas. 100an orang teruka.

Banyak dari korban merupakan jamaah wanita yang terjebak di lantai dua masjid.

PBB menyatakan jumlah korban awal adalah 20 warga sipil tewas dan lebih dari 30 lagi terluka. Sementara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan 28 orang tewas dan 50 lagi cedera.

"Pemerintah tidak peduli dengan kami," kata Akhtar Hussain, saat menghadiri pemakaman seorang kerabatnya.

Garis keras yang berhubungan dengan kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Peristiwa tersebut merupakan penyerangan terkini dalam sejumlah serangan mematikan yang menyasar pengikut Syiah Afghanistan.

Kekerasan sektarian cenderung jarang terjadi di Afghanistan. Namun sejak 2015, aksi pemberontak kelompok ISIS telah meningkatkan keresahan di masyarakat, mereka membunuh sejumlah pengikut Syiah di kawasam rumah ibadah, di tempat pertemuan dan tempat lainnya.

Serangan pada Jumat itu merupakan serangan keenam terhadap masjid Syiah selama tahun ini, setengah dari jumlah keseluruhan serangan tersebut diakui pertanggung-jawabannya oleh kelompok ISIS, menurut PBB.

"Serangan ini tidak dapat dibenarkan," kata Toby Lanzer, kepala misi PBB di Afghanistan.

"Pos polisi sangat dekat dengan masjid kami tapi mereka tidak bertindak hingga teroris membunuh dan melukai puluhan orang," kata Mohammad Jahfar Rezaee, yang bibinya menjadi korban tewas dalam serangan itu. (*)


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Mozaik langka berusia 1.500 tahun ditemukan

Selanjutnya

Namibia bakal atur pengelolaan limbah dan polusi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe