Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pekei: pembunuh OAP adalah kanibalisme modern
  • Senin, 27 Agustus 2017 — 16:40
  • 465x views

Pekei: pembunuh OAP adalah kanibalisme modern

“Saya sebut pembunuh rakyat pakai peluru senjata itulah kanibalisme modern. Mereka ciptakan kanibalisme modern dengan berbagai cara dan bentuk,” katanya.
Pater Santon Tekege Pr, salah satu pastor yang bertugas di Dekenat Paniai saat menyampaikan orasi ada aksi damai pengusiran PT Dewa dan satuan Brimob di halaman kantor DPRD Deiyai, Senin, (21/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi - Ketua Lembaga Ekologi Papua dan pencetus gagasan menominasi noken ke UNESCO, Titus Pekei, mengatakan orang asli Papua (OAP) punya budaya turun temurun yang harus dipahami setiap orang.

“Tiap orang punya budaya dan mesti dipahami nilai budaya di tanah Papua. Berkaca dari budaya manusia Papua. Untuk itu pembunuhan yang dilakukan secara sadar oleh aparat keamanan dalam hal ini satuan Brimob, yang tugasnya mengawal PT Putra Dewa Paniai di Oneibo, tidak manusiawi,” jelasnya, Minggu, (27/8/2017). 

Bukan hanya di kampung Oneibo, kata dia, pembunuhan di Madi, Enarotali dan Moanemani adalah salah satu wajah atau bentuk sadar tidak adanya penghargaan atas nyawa orang orang Papua.

“Saya sebut pembunuh rakyat pakai peluru senjata itulah kanibalisme modern. Mereka ciptakan kanibalisme modern dengan berbagai cara dan bentuk,” katanya.

Ia mengaku, aparat keamanan di mata hati rakyat Papua bukan mengayomi dan melindungi, tetapi justru melukai hati nurani rakyat Meepago untuk kesekian kalinya. 

“Mereka (pelaku) ciptakan budaya baru yang namanya kanibalisme modern di tanah Papua,” katanya.

Sementara itu, kecaman lainnya datang dari Pater Santon Tekege Pr, salah satu pastor yang bertugas di Dekenat Paniai yang mengutuk keras tindakan oknum Brimob, yang dengan sengaja menewaskan nyawa Yulianus Pigai dan melukai rekan-rekannya.

“Umat saya dibunuh bagaikan binatang. Saya mengutuk keras. Pelaku akan mendapatkan hukuman yang berat. Tidak boleh ada pertumpahan darah lagi. Kita sama-sama ciptaan Tuhan Allah,” jelas Tekege. (*)

loading...

Sebelumnya

Kehadiran KPK di Papua jangan hanya "main tangkap"

Selanjutnya

PWNU Papua ingin pemerintah tegas melaksanakan Perppu ormas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe