Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Mahasiswa Yahukimo: Pernyataan Bupati pembohongan publik
  • Senin, 28 Agustus 2017 — 10:21
  • 881x views

Mahasiswa Yahukimo: Pernyataan Bupati pembohongan publik

Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahukumo  (HPMKY) se Jawa-Bali, Jimi Womby, mengatakan  pernyataan Bupati Yahukimo, Abock Busup, di media media di Jayapura, terkait bantuan pendidikan untuk mahasiswa Yahukimo yang sedang belajar di beberapa kota di Jawa, Bali, dan Sumatera, sangat keliru dan pembohongan publik.
Bukti bantuan pendidikan yang diterima mahasiswa yahukimo di Yogyakarta – Jubi/IST
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi  – Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Yahukumo  (HPMKY) se Jawa-Bali, Jimi Womby, mengatakan  pernyataan Bupati Yahukimo, Abock Busup, di media media di Jayapura, terkait bantuan pendidikan untuk mahasiswa Yahukimo yang sedang belajar di beberapa kota di Jawa, Bali, dan Sumatera, sangat keliru dan pembohongan publik.

“Bupati berusaha menutupi masalah yang  sesungguhnya yang terjadi di kabupaten Yahukimo,”  kata Jimi Womby, Rabu (26/08/2017) pekan lalu.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, mahasiswa Yahukimo se Jawa-Bali dan Sumatera, serentak turun demo dan bertemu langsung dengan KPK dan  Mendagri, minta dua lembaga negara tersebut turun ke Yahukimo.

“Jadi menurut kami ini langkah Bupati untuk mengalihkan perhatian publik kalau aksi mahasiswa itu menyangkut bantuan pendidikan saja,” katanya. 

Kami mahasiswa Yahukimo se Jawa-Bali dan Sumatera menilai Bupati keliru menafsirkan reaksi mahasiwa ini.

“Kami tidak punya kepentingan apapun dalam sistem pemerintahan sekarang.  Ini bentuk keprihatinan dan beban moral sebagai anak daerah karena Bupati Abock Busup tidak menjalankan roda pemerintahan sesuai visi dan misi saat kampanye. Pernyataannya tidak sesuai dengan apa yang terjadi,” kata Jimi Womby.

Sekretaris HPMKY se Jawa-Bali, Aleks Giban, menambahkan pihaknya mempunyai bukti dan saksi jelas bahkan pemberitaan di media mengenai bantuan pendidikan itu bohong besar. Nyatanya yang ditransfer ke rekening mahasiswa tidak seperti yang disebutkan.

“Kami sudah punya bukti print out yang akan jadi bukti untuk proses selanjutnya,” katanya.

Berikut bukti transfer dari beberapa kota studi di Jawa, Bali, dan Sumatera.

1.      Jakarta  (Jabodetabek) Rp 159 juta bukan Rp 337,400 juta

2.      Yogyakarta Rp 67 juta, bukan Rp 217,200 juta

3.      Malang Rp 150 juta, bukan Rp 172 juta

4.      Surabaya, Bali Rp 75 juta, bukan Rp 146,500 juta

5.      Semarang dan Salatiga belum terima sampai sekarang

6.      Sumatera Rp 101 juta, bukan Rp 373 juta.

“Pemberitaan di salah media di media massa di Jayapura tersebut tidak sesuai dengan apa yang kami terima,” kata Aleks Giban.  (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Keluarga pasien keluhkan pelayanan KPS RSUD Dok II Jayapura

Selanjutnya

Lima mahasiswa HI Uncen selesai magang di Jubi 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe