Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebanyak 752 ton pupuk bersubsidi numpuk di gudang
  • Senin, 28 Agustus 2017 — 20:26
  • 940x views

Sebanyak 752 ton pupuk bersubsidi numpuk di gudang

PT Sarana Logistik Indonesia sebagai salah satu distributor penyalur pupuk membenarkan adanya pupuk yang tersimpan di gudang. Namun jumlah pupuk bersubsidi itu ‘hanya’ 752 ton bukan 794 ton sebagaimana diberitakan.
Hasil panen gabah petani di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - PT Sarana Logistik Indonesia sebagai salah satu distributor penyalur pupuk membenarkan adanya pupuk yang tersimpan di gudang. Namun jumlah pupuk bersubsidi itu ‘hanya’ 752 ton bukan 794 ton sebagaimana diberitakan.

Staf Operasional PT Sarana Logistik Indonesia, Irwan, dalam keterangan pers kepada sejumlah wartawan, Sabtu (26/8/2017) pecan lalu, mengatakan dari 794 ton pupuk di gudang,  terdapat beberapa jenis diantaranya, urea 35,5 ton, NPK 131,25 ton, SP36 345 ton, organik 204 ton, dan ZA 37 ton.

Ditanya 20 ton pupuk yang masih ada di kontainer, Irwan mengaku itu barangnya produsen. Dimana, wajib menyediakan stok untuk mengantisipasi kebutuhan pupuk bagi petani jika sudah habis.

“Jadi, kami hanya menyalurkan pupuk berdasarkan RDKK. Rata-rata petani mendapatkan jatah pupuk dari luasan lahan dua hektar yang dibuka,” ujarnya.

Untuk pengawasan di lapangan, lanjut dia, itu adalah kewenangan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Mereka yang harusnya melakukan kontrol  saat pupuk disalurkan oleh pengecer di masing-masing kampung.

Dia menambahkan tidak semua pupuk dibutuhkan oleh petani. Lebih banyak petani menginginkan pupuk urea serta NPK, namun kuotanya sangat terbatas.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Jorgen Betaubun, menegaskan dari sidak yang dilakukan ditemukan sekitar 700 ton pupuk menumpuk di gudang distributor.

“Setelah kami tanyakan alasan tak disalurkan, katanya pupuk datang di saat petani sudah selesai memanen. Tentunya ini harus dilakukan pertemuan lagi dengan beberapa stakeholder terkait untuk dibicarakan serta dicarikan solusi penyelesaian,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kepala BPKAD: Opini WTP diberikan karena laporan akuntansi baik

Selanjutnya

Merauke kekurangan 26 ribu ton pupuk

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe