Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. ASN Papua diingatkan tidak melenceng dari tugas
  • Senin, 28 Agustus 2017 — 17:01
  • 479x views

ASN Papua diingatkan tidak melenceng dari tugas

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, mengatakan saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) sedang genjar melakukan operasi di beberapa daerah, jangan sampai ada ASN atau pejabat Papua yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh penegak hukum.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty saat memimpin apel pagi - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkup pemerintahan Provinsi Papua, diingatkan untuk tidak melenceng dalam melaksanakan tugas pemerintahan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty, mengatakan saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPP) sedang genjar melakukan operasi di beberapa daerah, jangan sampai ada ASN atau pejabat Papua yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh penegak hukum.

"OTT lagi menjadi gaya Indonesia, saya berharap dari Gubernur, Wagub, Sekda, Asisten, Kepala SKPD, serta semua staf, jangan sampai kena OTT karena akan mempermalukan kita sekalian," kata Elia saat memimpin apel gabungan di halaman kantor Gubernur Dok II Jayapura, Senin (28/8/2017).

Ia berharap, OTT yang terjadi di tingkat pusat maupun daerah bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh ASN di Papua, sehingga tak menyimpang dalam menjalankan tugas pokok maupun fungsinya.

Sebab lanjutnya, aparat penegak hukum saat ini sudah memiliki peralatan canggih yang dapat merekam pembicaraan meski dari jarak jauh. Sehingga dari bukti-bukti tersebut, aparat penegak hukum mampu melakukan OTT terhadap ASN yang menyimpang.

"Saya beritahu, pernah di dalam ruangan ada yang menunjukkan satu alat. Yang mana alat ini mampu merekam pembicaraan meski objek yang sedang berbicara itu jauh dari posisi kami yang juga sedang mendengar," ucapnya.

"Waktu itu sekitar dua tahun lalu. Dan apa yang dibicarakan itu 100 persen sama dengan yang kami dengar. Kami pun mengetes di dalam mobil saya, sementara yang berbicara berada di tempat lain dan hasilnya sama akurat. Jadi informasi ini bukan menakuti ASN tapi untuk kebaikan," tambahnya.

Menanggapi itu, Asisten Elia Loupatty mengingatkan seluruh ASN agar irit bicara dan tak melebihi kewenangan di lapangan. Apalagi tahun anggaran saat ini tengah memasuki penghujung tahun.

"Saudara rasa mungkin biasa saja. Kelihatan saudara berada di lapangan dan di tengah hutan yang jauh dari kota. Mungkin hanya berdua atau berlima dengan pihak ketiga. Tetapi saya ingatkan dan beritahu, sangat penting bagi kita untuk menghindari pembicaraan yang mengarah pada hal menyimpang," kata Elia.

Secara terpisah, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Provinsi Papua, Simeon Itlay mengatakan untuk membangun sebuah daerah yang maju, pemerintahan harus memiliki manajemen keuangan yang sehat.

Disamping itu, sistem pengelolaan keuangan daerah yang baik diperlukan dalam rangka mengelola dana APBD secara transparan, ekonomis, efisien, efektif dan akuntabel.

"Pengelolaan keuangan daerah mencakup keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan daerah," kata Itlay. (*)

loading...

Sebelumnya

Elysa Auri: PON XX butuh 700 tenaga TIK

Selanjutnya

SKPD, pejabat eselon III dan IV diimbau tertib administrasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe