Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Melongok pelabuhan tuna terbaik di atol Majuro
  • Kamis, 13 Oktober 2016 — 15:19
  • 723x views

Melongok pelabuhan tuna terbaik di atol Majuro

Ibu kota negara Kepulauan Marshall, Majuro memiliki pesona selain keindahan atolnya. Majuro dinobatkan menjadi pelabuhan tersibuk khusus distribusi ikan tuna di dunia.
Atol Majuro. --DXnews.com
PINA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Majuro, Jubi – Ibu kota negara Kepulauan Marshall, Majuro memiliki pesona selain keindahan atolnya. Majuro dinobatkan menjadi pelabuhan tersibuk khusus distribusi ikan tuna di dunia.

Kurang lebih 600.000 ton ikan tuna didistribusikan melalui pelabuhan Majuro per tahun. Ikan-ikan tuna tersebut diangkut ke berbagai tempat di dunia, khususnya Nauru dan Papua Nugini untuk selanjutnya dikemas dalam kaleng.

Dalam sebuah pelatihan pengalengan ikan tuna yang berlangsung di Majuro, manajer komersial mitra kesepakatan Nauru (PNA), Maurice Brownjohn mengatakan bahwa sekitar 1,7 juta ton tuna ukuran sedang ditangkap di perairan Pasifik setiap tahunnya. Angka tersebut hampir 50 persen dari populasi ikan tuna di dunia.

Ikan-ikan tersebut ditangkap kapal-kapal besar penangkap yang berjumlah kurang lebih 10 hingga 15 kapal dan menyandar di pelabuhan Majuro untuk selanjutnya diolah menjadi makanan kaleng di berbagai negara.

Berdasarkan laporan Departemen Perikanan kepada parlemen, pada tahun 2015 jumlah pengangkutan ikan tuna di pelabuhan Majuro meningkat 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari semula 495 menjadi 704 pengapalan yang melibatkan 444.393 ton ikan tuna.

Menurut Brownjohn, volume tonase ikan tuna yang diangkut terus bertambah dan mencapai sepertiga ikan tuna yang ditangkap di perairan negara-negara yang tergabung dalam PNA. “Majuro adalah pelabuhan ikan tuna terbesar di dunia,” ujar Brownjohn.

Kapal berbendera Taiwan mendominasi kegiatan pengapalan ikan tuna. Diikuti Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, dan kepulauan Marshall sendiri hingga semuanya mencapai 704 pengapalan ikan tuna.

Berdasarkan ketentuan PNA, seluruh aktivitas penangkapan ikan tuna berbagai ukuran dan jenis, harus tercatat di setiap pelabuhan. Hal itu untuk mempermudah para pengawas kelestarian ikan tuna untuk menghitung volume ikan tuna di perairan dan yang tertangkap. Selain itu, gunanya juga untuk mempermudah penghitungan volume ikan tuna yang diolah industri pengalengan ikan tuna. (*)

loading...

Sebelumnya

Sebanyak 400 pengungsi alami gangguan jiwa

Selanjutnya

Tiongkok-PNG syukuri hubungan diplomatik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9893x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3411x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2143x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe