Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebanyak 25 pasutri ikut nikahan massal
  • Senin, 28 Agustus 2017 — 17:22
  • 729x views

Sebanyak 25 pasutri ikut nikahan massal

Sebanyak 25 pasangan calon suami isteri mengikuti pernikahan massal yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Pernikahan massal itu berlangsung di Gereja St. Theresia-Buti yang dipimpin pastor paroki, Pius Oematan, Pr.
Pernikahan 25 pasangan suami isteri di Gereja Katolik St. Theresia Buti – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Sebanyak 25 pasangan calon suami isteri mengikuti pernikahan massal yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke. Pernikahan massal itu berlangsung di Gereja St. Theresia-Buti yang dipimpin pastor paroki, Pius Oematan, Pr.

Ketua panitia pernikahan, Bambang Dwiatmoko, kepada sejumlah wartawan, Senin (28/8/2017), menjelaskan pernikahan tersebut masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-72 RI.

Pasangan suami isteri yang menikah, lanjut Bambang, telah melalui pembinaan serta penyelidikan kanonik sesuai aturan dalam gereja Katolik. Mereka yang menikah, selain dalam wilayah Paroki St. Theresia Buti, juga salah satu paroki lain di kota Merauke.

“Memang pernikahan ini khusus bagi yang beragama Katolik. Khusus yang beragama lain, tentu akan dilakukan pendataan untuk pernikahan juga,” ungkapnya.

Dijelaskan, secara umum yang menikah sudah berumah tangga terlebih dahulu. Dari sisi religius, katanya, pemerintah ingin menyelamatkan.

Sementara dari sisi lain, jelas Bambang, memberikan kemudahan agar hak sipil mereka terakomodir. Misalnya, dapat mengurus kartu keluarga, akte kelahiran, hingga e-KTP.

Ditambahkan, setelah pernikahan gereja dilanjutkan pencatatan sipil. Petugasnya sudah ada dan akan diatur waktu pencatatan usai misa.

Pastor Paroki St. Theresia Buti, Pius Oematan, Pr minta kepada pasangan suami isteri agar saling mengasihi dan menyayangi.  Tidak boleh bermusuhan. Harus hidup dengan rukun.

“Jika kerukunan dan kedamaian dibangun baik, maka keluarga akan tetap harmonis,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Bank Papua diminta buka kantor kas di setiap distrik

Selanjutnya

Inspektorat didesak periksa pengelolaan dana desa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe