Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perdana Menteri Tuvalu: Laporan media massa itu bohong
  • Selasa, 29 Agustus 2017 — 06:36
  • 362x views

Perdana Menteri Tuvalu: Laporan media massa itu bohong

Media massa Tuvalu baru-baru ini mengeluarkan beberapa laporan yang mengutip beberapa warga yang percaya bahwa Perdana Menteri menunda masa sidang ini karena khawatir akan kehilangan posisinya.
Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga ketika sedang berbicara di Sidang Umum PBB – UN Photo/Kim Haughton
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Funafuti, Jubi - Perdana menteri Tuvalu Enele Sopoaga membantah informasi bahwa ia menunda masa sidang parlemen yang harusnya dimulai minggu lalu karena ia perlu mengamankan posisinya lebih dulu.

Menurut Sopoaga posisinya tidak sedang terancam seperti dilaporkan media massa.

Kantor perdana menteri menyatakan penundaan masa sidang ini dilakukan karena masalah yang sedang melanda parlemen. Menurut mereka, karena masalah yang sedang dialami parlemen, tidak ada jaminan bahwa masa sidang bisa berlangsung lancar.

Dalam pernyataan tersebut, Sopoaga mengabaikan kekhawatiran tentang jumlah pendukungnya di parlemen dan berkata bahwa kelompok oposisi hanya didukung oleh dua dari lima belas anggota parlemen.

Lebih jauh lagi, Sopoaga menambahkan semua kekhawatiran ini hanya disebabkan karena masalah yang masih dialami di Vaitupu.

Vaitupu saat ini tidak terwakili, dan sebuah pemilihan darurat dilaksanakan setelah mantan Perdana Menteri Apisai Ielemia didakwa korupsi dan divonis dengan hukuman penjara. Ielema merupakan anggota parlemen yang mewakili Vaitupu.

Saat ini, Ielema sedang naik banding dan sementara proses ini bergulir ketua dewan, sang pemimpin telah memberikan Ielema hak untuk kembali menduduki kursinya di parlemen.  

Namun, menurut Sopoaga keputusan dari ketua dewan ini tidak tepat.

Pengadilan tinggi Tuvalu telah memutuskan, sesuai Konstitusi bagian 100(1) (b): “Bahwa Apisai Ielemia harus meninggalkan kursinya di Parlemen pada tanggal 2 Juni 2017, ketika ia harus mulai menjalankan hukumannya seperti diputuskan oleh Hakim Finnane pada tanggal 29 Mei 2017.”

Masalah ini adalah penyebab kebingungan yang ada dan karenanya, menurut pernyataan pemerintah, masa sidang parlemen ini perlu diundur.

Media massa Tuvalu baru-baru ini mengeluarkan beberapa laporan yang mengutip beberapa warga yang percaya bahwa Perdana Menteri menunda masa sidang ini karena khawatir akan kehilangan posisinya.

Perdana menteri dengan tegas membantah laporan ini, menyebutnya sebagai tipuan belaka. Ajuan banding Ielemia akan didengar di pengadilan Auckland bulan depan.(L. J. Giay) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kepulauan Marshall kehilangan ‘raksasa sejarah’ anti nuklir, Tony de Brum

Selanjutnya

Di Luganville, dermaga terpanjang di selatan Pasifik diresmikan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe