Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Anggota oposisi Kiribati tolak minta maaf
  • Selasa, 29 Agustus 2017 — 07:48
  • 712x views

Anggota oposisi Kiribati tolak minta maaf

Kelompok oposisi meninggalkan ruang sidang pada hari Kamis minggu lalu, setelah debat panas dengan ketua dewan. Pada hari Jumat Presiden Taneti Maamau mengatakan Kiribati tengah menunggu permintaan maaf dari para anggota oposisi.
Presiden Kiribati, Taneti Maamau – UN Photo/Cia Pak
RNZI
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:14 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:38 WP
Features |
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 09:47 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kiribati, Jubi - Pemimpin oposisi di Kiribati, Titabu Tabane mengatakan ia menolak meminta maaf atas tindakannya memboikot sebuah sidang di parlemen.

Kelompok oposisi meninggalkan ruang sidang pada hari Kamis minggu lalu, setelah debat panas dengan ketua dewan. Pada hari Jumat Presiden Taneti Maamau mengatakan Kiribati tengah menunggu permintaan maaf dari para anggota oposisi.

Meski demikian, Tabane menyatakan para anggotanya tidak perlu meminta maaf karena mereka tidak diusir; mereka melakukan walk out, yang merupakan hak mereka. 

Menyanggah pernyataan tersebut, Presiden Maamau menyatakan para pemilih mengharapkan para anggota parlemen untuk menghormati pemimpin parlemen. 

Lebih jauh lagi Presiden menyatakan seharusnya Tabane bisa mengendalikan anggotanya ketika berdebat dengan pemimpin parlemen.

Pemimpin parlemen memotong debat nominasi Tebao Awerika sebagai anggota komisi perubahan iklim. Menurutnya anggota oposisi hanya mengulang-ulang argumen yang sama karena tidak setuju dengan putusan ini.

Ketika pemimpin parlemen mengatakan bahwa ini akan diselesaikan dengan voting, anggota oposisi menuduhnya tidak netral.

Presiden Maamau kepada parlemen bahwa ia mengharap pemimpin oposisi dapet menjadi contoh bagi yang lain, dan mampu menunjukkan kepemimpinan dengan mengendalikan para anggotanya.

Presiden mengakhiri pernyataannya dengan meminta Tabane membaca Mazmur 64:4 dari kitab suci dan mempraktikkan kasih sayang.(L. J. Giay)

loading...

Sebelumnya

Di Luganville, dermaga terpanjang di selatan Pasifik diresmikan

Selanjutnya

Pembubaran parlemen ancam demokrasi Tonga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe