Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua kali Walikota di French Polynesia terkena kasus
  • Selasa, 29 Agustus 2017 — 09:02
  • 594x views

Dua kali Walikota di French Polynesia terkena kasus

Jaksa penuntut ingin Walikota Tetuanui agar diberhentikan dari posisinya karena tidak memenuhi syarat lagi untuk memegang jabatan publik masing-masing selama dua tahun dan satu tahun untuk kedua kasus tersebut.
Jaksa penuntut ingin Walikota Cyril Tetuanui diberhentikan dari jabatan public – RNZI/AFP
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Papeete, Jubi – Pengadilan banding di French Polynesia mendengar dua kasus korupsi yang melibatkan walikota kota Tumara'a, Cyril Tetuanui.

Jaksa penuntut ingin Walikota Tetuanui agar diberhentikan dari posisinya karena tidak memenuhi syarat lagi untuk memegang jabatan publik masing-masing selama dua tahun dan satu tahun untuk kedua kasus tersebut.

Dalam satu kasus, dia dinyatakan bersalah di pengadilan pidana akibat menerima AS $13.000 dari produsen roti lokal dan untuk memperbolehkan produsen tersebut bisa memasukkan kios-kiosnya ke kegiatan tertentu sehingga bisa disebut sebagai sponsor politik.

Pada bulan Desember kemarin, Tetuanui diberi hukuman penjara delapan bulan yang ditangguhkan akibat menyalahgunakan proses tender untuk membangun pusat olahraga.

Kedua putusan tersebut akan jatuh tempo masing-masing pada tanggal 18 Oktober dan 2 November mendatang.

Lima tahun yang lalu, Cyril Tetuanui telah diberikan hukuman yang ditunda dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk jabatan publik selama setahun oleh pengadilan tertinggi Prancis.

Namun, dia tidak diberhentikan dari jabatan karena dokumen pengadilan tidak pernah dikirim ke Komisi Tinggi Prancis dan putusannya pun telah selesai.

Dia dan istrinya, Lana Tetuanui, terbukti bersalah menggunakan pegawai kota pada tahun 2002 untuk bekerja di kediaman pribadi mereka.

Istrinya Lana Tetuanui sekarang memiliki jabatan sebagai anggota DPR Prancis untuk French Polynesia.

Sesaat sebelum istrinya mengambil jabatan sebagai seorang Senator Prancis tahun lalu, sebuah pengaduan diajukan kepada polisi yang mengklaim bahwa Walikota Tetuanui terdaftar untuk menerima gaji sebagai asistennya di kantornya majelis selama 30 jam per minggu.

Dia lalu mengatakan bahwa telah mematuhi semua peraturan majelis dan suaminya selalu menemaninya dalam perjalanan mengelilingi wilayah tersebut.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

PM Vanuatu: Kita tidak hanya membutuhkan pengacara

Selanjutnya

Wanita Pasifika pertama dianugerahi Penyair Selandia Baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe