Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. 15 program wujudkan Papua sehat
  • Selasa, 29 Agustus 2017 — 15:54
  • 637x views

15 program wujudkan Papua sehat

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kesejahteraan Sosial dan SDM Papua, Ani Rumbiak mengatakan hingga saat ini HIV AIDS masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Papua.
Suasana workshop pencegahan dan pengendalian HIV AIDS - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Sebanyak 15 program diprioritaskan Pemerintah Provinsi Papua untuk membangun Papua yang sehat menuju bangkit, mandiri dan sejahtera, di antaranya pengendalian penyakit menular (AIDS), Tuberculosis (TB) dan Malaria.

Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kesejahteraan Sosial dan SDM Papua, Ani Rumbiak mengatakan hingga saat ini HIV AIDS masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Papua.

"Sejak pertama kali kasus HIV ditemukan (1992) sampai Juni 2017, dari data Dinas Kesehatan Papua tercatat sebanyak 28.771 kasus, HIV 10134, AIDS 18637 kasus dan sebanyak 1883 di antaranya sudah meninggal," kata Ani saat membuka Workshop Pencegahan dan Pengendalian HIV-AIDS di Jayapura, Selasa (29/8/2017).

Menurut ia, dari jumlah kasus yang terlaporkan baru sekitar 51.38 persen ODHA yang mendapat pengobatan Antiretroviral (ARV) dan yang masih minum ARV 38.81 persen. "Ini merupakan tantangan dan menjadi beban untuk menjadi perhatian bagi semua pihak," sambungnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, dari data tercatat faktor risiko penularan terbanyak adalah melalui hubungan seks tidak aman, yakni sebanyak 28.186 kasus (97,96 persen), faktor risiko lain adalah penularan dari ibu ke bayi yakni 529 kasus (1.83 persen), transfusi darah 39 kasus (0,13 persen) dan penggunaan jarum suntik atau IDU 17 kasus (0.05 persen).

Selain itu, penularan HIV berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak (51.03 persen) dari pada laki-laki (48.97 persen). Berdasarkan suku, orang asli Papua 71.64 persen dan non-Papua 28.36 persen. Dan berdasarkan sirkumsisi 1.1 persen dan tidak disirkumsisi 2.4 persen.

Sementara penyebaran kasus berdasarkan kelompok umur, kurang dari 1 tahun 123 kasus (0.42 persen), 1-14 tahun 662 kasus (2.30 persen), 15-19 tahun 3.266 kasus (11,35 persen), 20-24 tahun 6.639 kasus (23.07 persen), 25-49 tahun 16.620 kasus (57.76 persen), lebih dari 50 tahun 972 kasus (3.37 persen). "Terlihat bahwa penyebaran kasus lebih banyak pada usia produktif," sambungnya.

Menanggapi itu, ujar ia, berbagai upaya dilakukan untuk menekan laju penyebaran HIV AIDS di Papua melalui program pengendalian HIV AIDS dan PIMS di antaranya, peningkatan upaya diagnosis dini, pengobatan ARV dan mempertahankan pengobatan ARV bagi ODHA dengan TOP (temukan, obati dan pertahankan). 

"Penguatan dan perluasan layanan komprehensif berkesinambungan, peningkatan kapasitas sistem mentoring klinis dan jejaring rujukan, dan pengembangan sistem rujukan," ucapnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu upaya memutus mata rantai penularan HIV di Papua, yang mana sejak 2008 KPA Papua mulai membicarakan sirkumsisi/sunat. "Satu hal penting yang perlu diperhatikan, sirkumsisi bukan menghilangkan tapi hanya mengurangi risiko penularan HIV," kata Ani.

"Untuk itu, bagi yang memiliki perilaku seks tidak aman, meskipun sudah disirkumsisi tetap disarankan menggunakan kondom guna melindungi diri, namun setia pada pasangan adalah cara yang paling efektif mencegah HIV," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Teknis AIDS TB Malaria Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Berry Wopari mengatakan pihaknya berkomitmen menghentikan penyebaran HIV AIDS di Papua.

"Dengan tujuan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi kepada orang dengan HIV dan AIDS di tahun 2020, tidak ada lagi kematian akibat AIDS di tahun 2023 dan tidak ada lagi kasus baru HIV di tahun 2027," kata Wopari.

Ia tekankan, komitmen ini merupakan pintu yang digunakan di Papua untuk menjaga keluar masuknya virus yang sudah terinfeksi, agar jangan sampai menginfeksi lagi. "Bagi yang terinfeksi harus dijaga jangan sampai sebagai penular lagi, tetapi cukup pada dirinya sendiri," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sembilan kabupaten dan kota diberi pemahaman e-planning

Selanjutnya

Pemprov cek kesiapan anggaran pilkada 2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe