Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Dinas Peternakan sosialisasi cara sembelih hewan kurban  
  • Selasa, 29 Agustus 2017 — 19:11
  • 1142x views

Dinas Peternakan sosialisasi cara sembelih hewan kurban  

Drh. Adolfina Wompere, selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura, mengatakan selain sosialisasi, pihaknya juga memberikan sejumlah fasilitas dan peralatan pendukung dalam proses penyembelihan.
Sosialisasi cara sembelih hewan kurban yang dilakukan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura - Jubi/Engel
Engelbert Wally
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Sentani, Jubi - Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura melakukan sosialisasi cara penyembelihan hewan kurban yang akan berlangsung di 16 masjid di Kabupaten Jayapura, di aula kantor bupati Jayapura, Selasa ( 29/8/2017). Sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan baik dan sesuai syariat Islam.  

Drh. Adolfina Wompere, selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat, Dinas Peternakan Kabupaten Jayapura, mengatakan selain sosialisasi, pihaknya juga memberikan sejumlah fasilitas dan peralatan pendukung dalam proses penyembelihan.

"Fasilitas tersebut diterima langsung 16 pengurus masjid yang tersebar di Kabupaten Jayapura, termasuk tim yang telah dipersiapkan untuk mengawal proses pemotongan hewan kurban," katanya.

Ia mengimbau agar petugas pemotong hewan kurban, tidak memotong sembarangan di pinggir jalan atau di tempat-tempat yang tidak layak.

"Nantinya berdampak pada kesehatan masyarakat ketika mengkonsumsi daging yang dimasak. Selain itu, juga soal cacing hati yang sering ditemukan dalam hewan kurban, hal ini sudah kami koordinasikan dengan pihak Muhammadiyah. Artinya ketika ditemukan adanya gejala penyakit yang diderita oleh hewan yang akan dikurbankan, maka dapat dibatalkan pemotongan hewan tersebut," ujarnya.

Haji Sutarto salah satu sesepuh umum muslim di daerah Jayapura, memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait yang berupaya melakukan sosialisasi serta membuka wawasan dalam penanganan hewan kurban.  

"Selama ini kita lakukan secara manual, artinya ketika ada hewan yang disediakan atau disumbangkan untuk kurban, maka pihak-pihak berwenang atau pengurus masjid langsung memotong dan membagi-bagikan daging hewan kurban tersebut kepada masyarakat. Sementara, ternyata ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, termasuk aspek kesehatan hewan, sterilnya tempat sembelih, dan fasilitas pendukung lain yang digunakan," katanya.  (*)

 

loading...

Sebelumnya

Bupati Jayapura: hasil pleno harus segera ditetapkan  

Selanjutnya

PSU Kabupaten Jayapura, Bawaslu Papua diminta jangan bikin "kabur air"

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3136x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1275x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1253x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe