Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Namibia bakal atur pengelolaan limbah dan polusi
  • Rabu, 30 Agustus 2017 — 19:36
  • 890x views

Namibia bakal atur pengelolaan limbah dan polusi

Banyak warga Namibia telah mulai menggunakan tas belanja yang bisa didaur-ulang dan kebanyakan pedagang menyimpannya di kasier, tapi ketersediaan dan kenyamanan tas plastik masih ada.
Ilustrasi sampah plastik. Jubi/Coutryliving.uk
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Windhoek, Namibia, Jubi - Setelah Kenya baru-baru ini melarang penggunaan tas plastik, Menteri Lingkungan Hidup dan Pariwisata Namibia Pohamba Shifeta mengatakan negaranya sibuk menggodok peraturan mengenai pengelolaan limbah dan pemantauan polusi.

Kenya bergabung dengan 16 negara lain yang meliputi Botswana, Ethiopia, Uganda, Tunisia, Maroko, Rwanda, Somalia dan Eritrea.

Ketika berbicara dalam satu wawancara pada Selasa (29/8/2017), Shifeta mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Pariwisata sedang mengkaji penambahan peraturan dalam Undang-Undang Penanganan Lingkungan Hidup 2007, yang secara khusus mengawasi penanganan limbah.

"Kami akan hadir dengan peraturan yang diberi kekuasaan untuk secara khusus mengawasi penanganan limbah dan polusi,”

“ Kami sudah mulai mengingatkan sektor industri melalui berbagai kegiatan dan kami juga berencana memberlakukan pajak atas tas plastik jadi kami tidak menutup mata. Kami akan memberlakukan larangan secara bertahap, kami takkan melakukannya secara keliru," kata Shifeta.

Belum lama ini, masyarakat Ilmiah Namibia meluncurkan kegiatan bebas plastik.

Tas plastik tak larut ke tanah dan menghambat aliran air, merusak kuntur tanah dan tertimbun di lokasi pembuangan akhir sampah. Di sana, tas plastik memerlukan waktu ribuan tahun untuk membusuk jadi partikel kecil yang terus mencemari tanah.

Sistem pembuangan dan selokan, yang biasanya terhambat oleh tas plastik, bisa mengakibatkan peningkatn drastis kasus kolera dan malaria sebab air yang tak mengalir cocok buat pembiakan bakteri kolera dan nyamuk.

Banyak warga Namibia telah mulai menggunakan tas belanja yang bisa didaur-ulang dan kebanyakan pedagang menyimpannya di kasier, tapi ketersediaan dan kenyamanan tas plastik masih ada. (*)
 


 


 

#

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Muslim Syiah Afganistan minta perlindungan

Selanjutnya

Duka untuk Rohingya bukan milik umat muslim saja

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe