Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kuliah sambil ‘ngojek’ untuk penuhi kebutuhan
  • Kamis, 31 Agustus 2017 — 15:07
  • 724x views

Kuliah sambil ‘ngojek’ untuk penuhi kebutuhan

Hidup di perantauan sebagai mahasiswa, tidak selamanya bisa mengandalkan uang kiriman orang tua di kampung. Menjadi tukang ojek adalah salah satu pilihan untuk mendapatkan uang tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Pangkalan ojek tempat Wenis Kogoya biasa mangkal - Jubi/Yance
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi – Hidup di perantauan sebagai mahasiswa, tidak selamanya bisa mengandalkan uang kiriman orang tua di kampung. Menjadi tukang ojek adalah salah satu pilihan untuk mendapatkan uang tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ini yang dilakukan Wenis Kogoya, mahasiswa semester VIII Universitas Yapis Jayapura, asal Beam Kabupaten Lanny Jaya.

Untuk memenuhi kebutuhannya, sudah setahun, disela-sela waktu kuliah, Wenis Kogoya menekuni aktivitas sebagai tukang ojek.

 “Saya sudah ojek di pangkalan ojek Hena selama satu tahun” ucap Wenis Kogoya, mahasiswa Universitas Yapis Papua.

Wenis mengatakan mulai bekerja dari pukul enam hingga 10 pagi. Sisa waktu digunakan untuk kuliah dan melakukan aktivitas lainnya di rumah.

“Saya keluar ojek itu mulai jam 6 sampe jam 10 saja. Kalau siang saya ada yang istirahat. Saya mencuci atau kerja di rumah. Sore hari lanjutkan ojek kalau sempat. Kalau ada jadwal kuliah, saya ojek setengah jam saja karena saya harus ke kampus satu Uniyap,” jelas mahasiswa semester VIII ini, kepada Jubi, Rabu (30/8/2017).

Pendapatan yang ia dapatkan dari ojek tidak besar dan habis untuk kebutuhan makan dan minum.

“Satu hari itu saya dapat paling  bisa kumpul uang Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu. Hasil dari ojek saya pake beli sabun, minyak,  garam, bensin, dan kebutuhan lain di rumah. Juga untuk  fotokopi bahan kuliah,” ucap pemuda asal Beam Kabupaten Lanny Jaya ini.

Kogoya mengatakan dari hasil ojek ini dapat membantunya dalam melengkapi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan kampus. Pendapatan yang ia dapatkan selama satu minggu berkisar nilai uang paling rendah.

“Saya ojek pake motor sendiri jadi kalau satu minggu itu saya biasa dapat sekitar Rp 400 ribu. Paling tinggi  Rp 450 ribu. Tapi semua hanya untuk menambah kebutuhan saya,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Eddy, tukang ojek lainnya, mengatakan ia mengisi waktu kosongnya dengan menjadi tukang ojek dengan mengunakan motor kakaknya.

“Saya ojek baru saja dan hasil dari ojek ini juga tidak besar. Saya bagi-bagi untuk kebutuhan hidup dan lainnya. Ojek sekarang banyak jadi kita harus menunggu penumpang bukan penumpang yang menunggu kami,” jelasnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tak capai target, Bapenda ‘pelototi’ hotel 

Selanjutnya

Perayaan Iduladha, 483 hewan kurban akan disembelih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe