Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Di hadapan Kepala BKKBN, seorang mama Paniai minta program KB dihapus
  • Kamis, 31 Agustus 2017 — 17:05
  • 2849x views

Di hadapan Kepala BKKBN, seorang mama Paniai minta program KB dihapus

“Saya mau bicara terkait program KB yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mestinya itu bagi kami di Papua, khususnya Paniai tidak berlaku lagi. Alasannya, pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan bunuh kami, tapi KB juga dijalankan, itu sama-sama mau basmi kami. Saya minta dengan tegas program KB harus dihapuskan dari muka bumi Papua,” tegas mama Yubelina Mote, disambut tepukan tangan yang meriah.
Mama Yubelina Mote (47) usai penyampaikan pendapatnya kepala Kepala BKKBN RI diantar Kadin PU Paniai, Heri Saflembolo, Selasa, (29/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Ada yang menarik saat sesi tanya jawab dalam acara tatap muka antara Kepala BKKBN RI, Pemerintah Kabupaten Paniai dan masyarakat, di aula Uwaata Wogi Yogi Enarotali, Paniai, Selasa, (29/8/2017).

Seorang mama Papua asal Paniai (suku Mee) dengan nada keras meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia, melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN), agar segera menghapus program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dijalankan.

Mama Yubelina Mote (47), mengatakan hal itu di hadapan Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty. 

“Saya mau bicara terkait program KB yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mestinya itu bagi kami di Papua, khususnya Paniai tidak berlaku lagi. Alasannya, pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan bunuh kami, tapi KB juga dijalankan, itu sama-sama mau basmi kami. Saya minta dengan tegas program KB harus dihapuskan dari muka bumi Papua,” tegas mama Yubelina Mote, disambut tepukan tangan yang meriah.

Lanjut Mote, air susunya sudah mulai mengering karena anak-anaknya ditembak mati peluru tajam oleh aparat keamanan. Maka menurutnya program KB tidak ada gunanya di Papua.

“Kau (Indonesia) sudah bunuh kami dengan peluru, sudah bunuh dengan program KB. Sekarang sedang bunuh kami juga dengan distribusi minuman keras dan lem aibon. Saya punya anak-anak sudah mati sia-sia. Kenapa kau (Indonesia) masih produksi dan distribusi dengan bebas? Stop, stop ... Tolong hentikan,” tegasnya.

Menanggapi itu, Dr. Surya Chandra Surapaty mengatakan, sebenarnya program KB untuk memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa.

"Kami ingin keluarga hidup bahagia. Jadi dengan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, diwujudkanlah program KB dan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)," katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Uskup Saklil: terkait Freeport, pemilik hak ulayat tidak dilibatkan

Selanjutnya

Penjual rotan di Paniai harapkan perhatian bupati baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe