Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Di hadapan Kepala BKKBN, seorang mama Paniai minta program KB dihapus
  • Kamis, 31 Agustus 2017 — 17:05
  • 3520x views

Di hadapan Kepala BKKBN, seorang mama Paniai minta program KB dihapus

“Saya mau bicara terkait program KB yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mestinya itu bagi kami di Papua, khususnya Paniai tidak berlaku lagi. Alasannya, pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan bunuh kami, tapi KB juga dijalankan, itu sama-sama mau basmi kami. Saya minta dengan tegas program KB harus dihapuskan dari muka bumi Papua,” tegas mama Yubelina Mote, disambut tepukan tangan yang meriah.
Mama Yubelina Mote (47) usai penyampaikan pendapatnya kepala Kepala BKKBN RI diantar Kadin PU Paniai, Heri Saflembolo, Selasa, (29/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Ada yang menarik saat sesi tanya jawab dalam acara tatap muka antara Kepala BKKBN RI, Pemerintah Kabupaten Paniai dan masyarakat, di aula Uwaata Wogi Yogi Enarotali, Paniai, Selasa, (29/8/2017).

Seorang mama Papua asal Paniai (suku Mee) dengan nada keras meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia, melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN), agar segera menghapus program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dijalankan.

Mama Yubelina Mote (47), mengatakan hal itu di hadapan Kepala BKKBN RI, Dr. Surya Chandra Surapaty. 

“Saya mau bicara terkait program KB yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mestinya itu bagi kami di Papua, khususnya Paniai tidak berlaku lagi. Alasannya, pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan bunuh kami, tapi KB juga dijalankan, itu sama-sama mau basmi kami. Saya minta dengan tegas program KB harus dihapuskan dari muka bumi Papua,” tegas mama Yubelina Mote, disambut tepukan tangan yang meriah.

Lanjut Mote, air susunya sudah mulai mengering karena anak-anaknya ditembak mati peluru tajam oleh aparat keamanan. Maka menurutnya program KB tidak ada gunanya di Papua.

“Kau (Indonesia) sudah bunuh kami dengan peluru, sudah bunuh dengan program KB. Sekarang sedang bunuh kami juga dengan distribusi minuman keras dan lem aibon. Saya punya anak-anak sudah mati sia-sia. Kenapa kau (Indonesia) masih produksi dan distribusi dengan bebas? Stop, stop ... Tolong hentikan,” tegasnya.

Menanggapi itu, Dr. Surya Chandra Surapaty mengatakan, sebenarnya program KB untuk memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa.

"Kami ingin keluarga hidup bahagia. Jadi dengan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, diwujudkanlah program KB dan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)," katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Uskup Saklil: terkait Freeport, pemilik hak ulayat tidak dilibatkan

Selanjutnya

Penjual rotan di Paniai harapkan perhatian bupati baru

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 8333x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6336x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5956x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4184x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe