Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Vonis kasus Deiyai : Ini negara hukum atau taman bunga?
  • Sabtu, 02 September 2017 — 10:33
  • 4048x views

Vonis kasus Deiyai : Ini negara hukum atau taman bunga?

"Ini lawak atau vonis. Saya minta pak Kapolri jelaskan vonis pelaku kasus Deiyai Berdarah ini. Saya ingat juga kasus Sugapa vonisnya tujuh hari, dan cuma minta maaf," ungkap Gobay.
Salah satu korban hidup ketika dikirim dari Deiyai ke Nabire untuk mendapatkan perawatan insentif - Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Victor Mambor

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Vonis persidangan oleh Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) Polda Papua terhadap sembilan anggota Polri atau satuan Brimob yang diduga sebagai pelaku penembakan pada insiden Deiyai Berdarah,  1 Agustus 2017 lalu di Kampung Oneibo, Distrik Tigi, Deiyai, Papua yang menewaskan seorang warga sipil, Yulianus Pigai dan belasan lainnya luka berat dan ringan  ditanggapi serius Dewan Adat Papua (DAP). Kapolri Jenderal Tito Karnavian didesak menjelaskan alasan vonis pelaku dengan ucapan minta maaf.

"Ini negara hukum atau taman bunga?. Saya minta pak Presiden Jokowi perintahkan kepada Kapolri agar periksa majelis sidang kode etik Polda Papua. Jika tidak, izinkn pihak asing datang ke Papua," tegas Sekretaris II DAP, John NR Gobay kepada Jubi di Jayapura, Jumat, (1/9/2017).

John menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum sehingga hukum jangan dijadikan sebuah taman bunga yang keindahannya silih berganti sesuai musim.

"Ini lawak atau vonis. Saya minta pak Kapolri jelaskan vonis pelaku kasus Deiyai Berdarah ini. Saya ingat juga kasus Sugapa vonisnya tujuh hari, dan cuma minta maaf," ungkap Gobay.

Baca Aparat gabungan di Papua diduga tembak 17 OAP, satu tewas

Vonis ringan ini, ujar dia, penghinaan bagi harga diri orang Mee dan orang asli Papua (OAP).

"Seakan-akan menembak adikku Yulianus Pigai itu malah berprestasi," paparnya kesal.

Menurutnya, polisi atau Brimob harus ingat di pengadilan akhirat itu membela NKRI harga mati tidak akan menyelamatkan mereka.

Terpisah, Ketua Pansus DPRD Deiyai, Alfret Pakage menjelaskan, jangan karena pemberian uang santunan dari Pemerintah Kabupaten Deiyai kepada keluarga korban maka pemberian hukum kepada sembilan oknum Brimob dikurangi.

"Saya tegaskan, pemberian uang santunan dari Pemda Deiyai bukan hanya diberikan kepada keluarga duka, tapi juga diberikan kepada pihak aparat keamanan dan itu disaksikan langsung oleh Kapolres Paniai, pak Supriyagung," jelas Alfret Pakage.

Uang santunan itu, bukan untuk membayar kepala Yulianus Pigai namun kesepakatan saat itu adalah uang duka bagi yang meninggal dan uang berobat bagi yang korban luka-luka.

"Uang yang diberikan untuk aparat keamanan itu untuk pengamanan dan ongkos pulang bagi satuan Brimob dari Deiyai. Maka, sekali lagi saya tegaskan bahwa uang santunan bukan hanya diberikan kepada keluarga duka tapi juga diberikan kepada Polri dan Brimob," tukas Pakage.

Baca 4 orang korban penembakan polisi di Deiyai, Papua dirujuk ke RSUD Nabire

Jika demikian, ia menambahkan, apa alasan hingga memberikan hukuman yang ringan bagi pelaku.

"Kan uang santunan sama-sama rasa. Peluru juga pakai kaliber PIN 5,56," tegasnya.

Empat orang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinyatakan bersalah dalam kasus ini. Keempatnya hanya diberi sanksi untuk meminta maaf dan dipindahtugaskan. Mereka adalah mantan Kapolsek Tigi Inspektur Satu Maing Raini dan Komandan Pleton Brigade Mobil (Danton Brimob) Iptu Aslam Djafar bersama dua anggotanya, Ajun Inspektur Dua Esra Sattun dan Brigadir Kepala Victor Manggaprouw.

Sedangkan lima anggota Brimob lainnya dinyatakan tidak bersalah dengan pertimbangan telah melakukan tindakan kepolisian sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang mengacu pada Pasal 15 Ayat 3 Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. (*)

loading...

Sebelumnya

Legislator: pembakaran kantor pemerintahan di Intan Jaya harus diusut

Selanjutnya

Gubernur Papua penuhi undangan Bareskrim

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe