Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Sriwijaya Air tak bisa maksimalkan penerbangan di Papua karena keterbatasan waktu penerbangan
  • Senin, 04 September 2017 — 07:22
  • 1398x views

Sriwijaya Air tak bisa maksimalkan penerbangan di Papua karena keterbatasan waktu penerbangan

Menurutnya khusus untuk Nam Air yang sudah mengoperasikan pesawat ATR dengan kapasitas 72 penumpang untuk penerbangan intra Papua dan Papua Barat, jumlah rute yang dilakukan kini belum terlalu banyak karena keterbatasan waktu.
Pesawat Boeing 737 milik maskapai Sriwijaya Air - Dok. Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Manajemen PT Sriwijaya Air Grup berharap dapat segera melakukan penerbangan malam di Papua agar jadwal penerbangan ke wilayah tersebut bisa lebih fleksibel.

Direktur keselamatan dan keamanan Nam Air (Sriwijaya Grup) Dwiyanto Ambarhidayat di Jayapura, Minggu (3/9/2017), mengungkapkan salah satu kendala pihak maskapai belum dapat memaksimalkan jadwal penerbangan armadanya karena masalah waktu yang sangat terbatas.

"Andai kata di beberapa daerah sudah bisa terbang lebih dari jam enam sore, kita bisa lebih menggerakkan banyak penerbangan," ujarnya.

Menurutnya khusus untuk Nam Air yang sudah mengoperasikan pesawat ATR dengan kapasitas 72 penumpang untuk penerbangan intra Papua dan Papua Barat, jumlah rute yang dilakukan kini belum terlalu banyak karena keterbatasan waktu.

"Contoh pesawat kita yang di Nabire, mau berangkat pagi tidak bisa karena jam enam pagi di Nabire masih gelap dan pihak bandara tidak akan mengizinkan, tetapi pendaratan terakhir harus sebelum jam lima sore," kata dia.

Dwiyanto pun berharap pihak otoritas bandara atau pemerintah daerah bisa memperhatikan hal tersebut dan segera menambah fasilitas di bandara agar penerbangan malam dimungkinkan.

Sebelumnya, Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo sempat menuturkan pihaknya mengagendakan penambahan jumlah pesawat yang akan melayani rute penerbangan di wilayah Papua dan Papua Barat, terutama ke wilayah yang belum memiliki landasan yang bisa didarati pesawat berbadan besar.

"Lima tahun ke depan kita akan masukin lagi 5-6 pesawat ke Papua, tipenya Boeing 737-800 dan juga ATR," ujarnya.

Ia menambahkan kini Sriwijaya sudah masuk di enam kota yang ada di Papua dan Papua Barat, semua yang memiliki landasan yang bisa didarati pesawat berbadan lebar.

Namun pihaknya juga ingin menambah frekuensi penerbangan dengan pesawat kecil untuk ke daerah yang belum memiliki landasan yang tidak bisa didarati Boeing.

"Rute-rute yang kami akan jajaki adalah ke Nabire, Kaimana, Fakfak, Raja Ampat, Wamena, Dekai, Tanah Merah, Oksibil," katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Setelah telegram, pemerintah akan tutup facebook dan youtube

Selanjutnya

Pembenahan RSUD Yowari bertahap

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe