Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Gustav: Komnas HAM tak berperan banyak di kasus Deiyai
  • Senin, 04 September 2017 — 17:09
  • 450x views

Gustav: Komnas HAM tak berperan banyak di kasus Deiyai

"Jadi rentan impunitas atau kekebalan hukum serta keberpihakan bagi pelakunya sangat kental. Terbukti pelaku hanya disidangkan secara internal dan vonisnya pun sebatas minta maaf dan pindah tugas. Nyawa manusia dihilangkan dan hanya disuruh minta maaf," sesalnya.
Korban penembakan Deiyai saat menjalani perawatan di RSUD Nabire - Titus Ruban/Jubi
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Nabire, Jubi - Pengacara senior HAM Papua, Gustaf Kawer, menilai Komnas RI dan perwakilan Komnas HAM Papua tidak banyak berperan dalam kasus penembakan di Deiyai, awal Agustus.

Gustaf mengatakan hal itu dibuktikan dengan diambil-alihnya kasus tersebut oleh pihak kepolisian.

"Itu kan jadi kepolisian yang tangani," katanya, Minggu (3/9/17).

Menurutnya, jika ditangani kepolisian maka proses penyidikan tidak independen sebab yang disidik anggotanya sendiri.

"Jadi rentan impunitas atau kekebalan hukum serta keberpihakan bagi pelakunya sangat kental. Terbukti pelaku hanya disidangkan secara internal dan vonisnya pun sebatas minta maaf dan pindah tugas. Nyawa manusia dihilangkan dan hanya disuruh minta maaf," sesalnya.

Lanjutnya, seharusnya Komnas HAM serius mendorong kasus ke Pengadilan HAM, karena itu satu-satunya cara agar para pelaku diadili secara terbuka, guna memberi kepastian hukum bagi korban. 

"Kalau polisi ingin membuktikan, anggotanya tidak hanya disidang disiplin. Tapi pelakunya disidang di pengadilan umum dengan dugaan pembunuhan dan penganiayaan. Setelah vonis pengadilan umum inkrah, barulah sidang kode etik dan pelaku diberhentikan dengan tidak hormat," tegasnya.

Terpisah, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari dan Advokat HAM di Tanah Papua, Yan Warinusi, mengatakan sangat menyesalkan bentuk putusan sidang kode etik terkait kasus Deiyai.

"Sidang tersebut sama sekali tidak memiliki kepastian hukum, dan mencoreng rasa keadilan para korban kasus dugaan pelanggaran HAM di Deiyai," katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gubernur Papua penuhi undangan Bareskrim

Selanjutnya

Berjumpa Menteri ESDM, pemilik ulayat PTFI minta kepastian

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe