Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Mengapa Regionalisme Pasifik itu penting?
  • Selasa, 05 September 2017 — 16:39
  • 660x views

Mengapa Regionalisme Pasifik itu penting?

“Ini tentang mengklaim kembali identitas kita sebagai satu benua samudera - dan bahwa sebagai Negara Penjaga Kelautan Besar, kita dapat melakukan lebih banyak dengan bekerja sama ketimbang jika kita bekerja sendiri. Ini mendorong kita untuk melihat potensi kolektif untuk memanfaatkan berbagai energi dan kesempatan yang ada di atas dan di bawah Samudera Pasifik kita.”
Komunitas masyarakat Pasifik - IST
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Vailima, Jubi – Semua orang Pasifik harus mendapatkan keuntungan dari kebijakan dan inisiatif Forum Kepulauan Pasifik, Pacific Islands Forum atau PIF, dan Sekretariatnya.

Begitulah pendapat dari Sekretaris Jenderal Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik, Dame Meg Taylor. Taylor menekankan poin ini selama lokakarya media pra-Forum yang diadakan di Secretariat of the Pacific Regional Environment Programme, S.P.R.E.P, Vailima, Samoa.

Lokakarya ini diselenggarakan oleh Asosiasi Berita Kepulauan Pasifik (Pacific Islands News Association; PINA) dan PIFS.

Melihat ke depan sebelum dimulainya PIF minggu ini, Sekretaris Jenderal Taylor berbagi tentang pentingnya regionalisme.

“Saya percaya bahwa Kerangka Regionalisme Wilayah Pasifik telah menyediakan platform untuk kebangkitan kembali regionalisme selama dua setengah tahun terakhir. Sebuah regionalisme yang semakin inklusif, inovatif, adaptif, dan menghasilkan dampak,” katanya.

“Kita sekarang memiliki agenda kebijakan regional yang lebih fokus dan politis.”

Taylor menyatakan bahwa diplomasi regional yang berkelanjutan dan kolektif seputar tindakan terhadap perubahan iklim dari Pasifik berperan penting dalam membuat Persetujuan Paris ditandatangani dan kemudian diratifikasi.

“Kerangka Pengembangan Ketangguhan atau Resilience di Pasifik, dan Kemitraan Ketahanan Pasifik, Pacific Resilience Partnership, yang akan menerapkan kerangka tersebut, adalah inisiatif revolusioner regional pertama yang akan memandu pendekatan kita dalam menangani perubahan iklim dan manajemen risiko bencana alam ke depannya.”

"Anggota PIF dari Negara-Negara Pulau Kecil (Smaller Island States) yang lebih terpencil memiliki strategi bersama baru yang berfokus pada penanganan beberapa masalah utama yang terkait dengan kesejahteraan dan kemakmuran mereka masing-masing."

“PACER Plus telah ditandatangani oleh 10 Negara, menunjukkan komitmen berkelanjutan oleh negara-negara anggota untuk perdagangan dan integrasi ekonomi sebagai penggerak pembangunan ekonomi.”

Dia juga berbicara tentang Misi Bantuan Regional ke Kepulauan Solomon (RAMSI), yang telah selesai bulan Juni lalu.

“Ini adalah contoh cemerlang dari regionalisme yang berhasil. Ketika Kepulauan Solomon berada dalam konflik internal, setiap negara dari Pasifik, tidak peduli seberapa kecil, mengirim seorang perwakilan yang berkapasitas sebagai petugas polisi untuk mengunjungi dan menjadi bagian dari tim regional yang membantu Kepulauan Solomon untuk membangun kembali dirinya sendiri, untuk menjaga perdamaian, hingga untuk memperkuat kepolisian Kepulauan Solomon sendiri sehingga mereka bisa menjaga hukum dan ketertiban di dalam komunitas mereka sendiri.”

Dia menunjukkan semangat di belakang RAMSI adalah ‘helpem fren’ atau menolong sesama, sebagau sesuatu yang dia percaya semakin berkembang saat ini.

Menurut Taylor, kerjasama yang telah terjalin sangat substansial di seluruh wilayah Pasifik untuk mempengaruhi dan mengembangkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, atayu Sustainable Development 2030, serta tujuh belas Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals.

“Khususnya tahun ini telah ada fokus terpadu dan kolaboratif pada SDG14 mengenai pengelolaan dan konservasi laut, karena, seperti yang dikatakan Perdana Menteri Samoa di Konferensi Samudera di New York pada bulan Juni – Samudra Pasifik “adalah satu aset alam bersama bagi semua pulau kami, dan memiliki persediaan berlimpah.”

Tema untuk PIF tahun ini "Blue Pacific" dan menurut Dame Meg, adalah ungkapan kuat dari regionalisme Pasifik.

“Ini tentang mengklaim kembali identitas kita sebagai 'satu benua samudera' - dan bahwa sebagai Negara Penjaga Kelautan Besar, Big Ocean Stewardship States, kita dapat melakukan lebih banyak dengan bekerja sama daripada jika kita bekerja sendiri. Ini mendorong kita untuk melihat potensi kolektif untuk memanfaatkan berbagai energi dan kesempatan yang ada di atas dan di bawah Samudera Pasifik kita.”

“Ini adalah identitas yang memberdayakan dan dapat memacu kita menuju tekad yang lebih besar dalam mewujudkan masa depan yang didoakan dan diimpikan oleh rakyat kita. Ini juga mengedepankan potret yang jelas tentang Regionalisme Pasifik yang dapat dilihat dan diamati oleh rakyat dan mitra kita.”

“Para Pemimpin Pasifik dan para pemangku kepentingan lainnya akan mengeksplorasi berbagai kemungkinan Pasifik Biru sepanjang minggu PIF ini.”(Samoa Observer/Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Pekerja Musiman suntikkan lebih dari Vt 1 Miliar ke ekonomi lokal

Selanjutnya

Pasifik tinjau penggunaan data bencana alam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe