Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. BKKBN: Pemahaman KB di Papua masih rendah
  • Rabu, 06 September 2017 — 11:37
  • 358x views

BKKBN: Pemahaman KB di Papua masih rendah

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Papua, Charles Brabar, mengatakan pemahaman tentang Keluarga Berencana (KB) masih kurang di wilayah Papua. Namun hal tersebut dinilai wajar karena letak geografis Papua yang cukup sulit untuk dilakukan sosialisasi.
Mama Yubelina Mote (47) usai penyampaikan pendapatnya kepada Kepala BKKBN RI, diantar Kadin PU Paniai, Heri Saflembolo, Selasa (29/8/2017) – Jubi/Abeth You
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) wilayah Papua, Charles Brabar, mengatakan pemahaman tentang Keluarga Berencana (KB) masih kurang di wilayah Papua. Namun hal tersebut dinilai wajar karena letak geografis Papua yang cukup sulit untuk dilakukan sosialisasi.

"Kalau diprosentasekan baru sekitar 30 persen masyarakat Papua tahu dan mengerti apa itu KB. Pada pemetaan 2012 lalu, untuk wilayah pengunungan Papua, pemahaman masyarakat memang masih rendah. Kenapa, karena medan yang sulit untuk kami berikan sosialisasi," katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/9/2017).

Dikatakan, sebenarnya program KB itu bukan untuk membatasi berapa banyak orang memiliki jumlah anak namun hanya untuk memberikan pengertian kepada masyarakat bagaimana mengatur jarak kehamilan bagi ibu sehingga dapat menghasilkan keluarga yang berkualitas.

"Intinya adalah mengatur jarak kehamilan. Masyarakat saat ini masih terpaku dengan program KB pada Orde Baru lalu dimana dalam satu keluarga harus memiliki dua anak. Tapi saat ini bukan itu yang lagi dicanangkan pemerintah. Pemerintah inginkan sebuah keluarga harus berkualitas yang terdiri dari anak-anak harus mendapatkan perlakukan yang layak dimana kebutuhan hidupnya terpenuhi, pendidikannya terpenuhi, hingga hak hidupnya juga terpenuhi," ujarnya.

Charles Brabar pun menanggapi pernyataan Mama Yubelina Mote (47) yang minta kepada BKKBN RI menghapus program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dijalankan. Dimana di hadapan Kepala BKKBN RI, Pemerintah Kabupaten Paniai dan masyarakat, di aula Uwaata Wogi Yogi Enarotali Paniai, Selasa, (29/8/2017) lalu, Mama Yubelina Mote menolak tegas program tersebut.

"Kenapa sampai hal tersebut terjadi, karena anggaran yang dikucurkan dari pusat disamakan antara Jakarta dan Papua. Padahal, medan Papua cukup sulit. Kemana-mana harus menggunakan pesawat untuk wilayah pegunungan Papua. Proses sosialisasi sering mandek karena keterbatasan anggaran," katanya.

Sebelumnya, Mama Yubelina Mote asal Paniai (suku Mee) dengan nada keras minta kPemerintah Republik Indonesia melalui BKKBN, agar segera menghapus program Keluarga Berencana (KB) yang selama ini dijalankan.

“Saya mau bicara terkait program KB yang digencarkan oleh pemerintah pusat. Mestinya itu bagi kami di Papua, khususnya Paniai tidak berlaku lagi. Alasannya, pemerintah Indonesia melalui aparat keamanan bunuh kami, tapi KB juga dijalankan, itu sama-sama mau basmi kami. Saya minta dengan tegas program KB harus dihapuskan dari muka bumi Papua,” tegas mama Yubelina Mote. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

270 mahasiswa baru Stiper ikut PKKMB

Selanjutnya

Komisi V DPRP tak ragukan kemampuan Rektor Uncen terpilih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe