Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Sebelas tenaga jasa kebersihan RSU Yowari diberhentikan sepihak
  • Rabu, 06 September 2017 — 12:42
  • 587x views

Sebelas tenaga jasa kebersihan RSU Yowari diberhentikan sepihak

Sebanyak sebelas tenaga cleaning service atau jasa kebersihan di Rumah Sakit Umum (RSU) Yowari, yang dipekerjakan CV Name Papua Jaya, diberhentikan sepihak oleh perusahaan tersebut.
Para pekerja cleaning service saat bertemu Ketua DPR Kabupaten Jayapura – Jubi/Engel 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Sebanyak sebelas tenaga cleaning service atau jasa kebersihan di Rumah Sakit Umum (RSU) Yowari, yang dipekerjakan CV Name Papua Jaya, diberhentikan sepihak oleh perusahaan tersebut.

Merasa diperlakukan tidak adil, tenaga kerja cleaning service ini langsung mengadu ke DPR Kabupaten Jayapura yang langsung direspons oleh Ketua DPR.

Edison Awoitauw, Ketua DPR Kabupaten Jayapura, mengatakan pihak ketiga yang telah mempekerjakan para karyawan tersebut di RSU Yowari tidak bisa dengan semena-mena mengambil langkah pemutusan hubungan kerja seperti ini. Apalagi yang dipekerjakan adalah masyarakat lokal.

"Kalau persoalan yang tidak begitu berat dan dapat diperbaiki maka pihak ketiga tidak boleh mengambil langkah seperti ini. Sama saja menambah beban para pekerja yang sudah sekian bulan bekerja disana,” jelas Edison, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa ( 5/9/2017).

Nelson Ondy, Sekretaris Forum Kota, yang memfasilitasi tenaga kerja ini bertemu DPR mengaku bahwa para pekerja yang dipecat ini mulai bekerja sejak Januari 2017.

"Kami menerima laporan hari ini dan langsung menindaklanjuti persoalan ini ke DPR. Sebelumnya kami telah mengkonfirmasinya pihak ketiga yang mempekerjakan mereka namun tidak ditemui di rumah sakit. Oleh sebab itu kita imbau kepada pihak ketiga agar memperhatikan kontrak yang sudah disepakati. Karena pemutusan hubungan kerja ada aturan yang telah ditetapkan jadi jangan semena-mena memutus hubungan kerja yang telah disepakati," ujarnya.

Bonita Marwery, salah satu pekerja yang terkena ‘PHK’ mengaku pemutusan yang dilakukan ini tanpa ada alasan yang jelas.

"Kita kerja setiap hari selama delapan jam. Apalagi di kamar operasi yang setiap saat harus siap. Kami bingung dengan tindakan seperti ini. Persoalan kita dari pihak ketiga dan manajemen rumah sakit sering baku lempar kesalahan. Kita berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan kami masih siap untuk bekerja kembali karena tidak ada kesalahan yang kami lakukan," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

PSU di kampung Bambar berjalan aman 

Selanjutnya

Distrik Nimboran minta pemekaran wilayah 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3136x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1275x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1253x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe