Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Raskin disalahgunakan, Mahasiswa tuntut kontraktor dan Kadis Tigi Barat tanggungjawab
  • Jumat, 14 Oktober 2016 — 11:52
  • 1174x views

Raskin disalahgunakan, Mahasiswa tuntut kontraktor dan Kadis Tigi Barat tanggungjawab

“Selama ini (sejak 2014 sampai 2016) masyarakat Tigi Barat menerima Raskin sekali dalam tiga bulan dengan jumlah 98 ton saja. Padahal, pemerintah telah menjatahkan setiap bulan 144 ton,” kata ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat di Jayapura, Selasa (11/10/2016).
Perwakilan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat usai memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa, (11/10/2016) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Tigi Barat, Deiyai, di Jayapura menuntut kontraktor beras miskin (Raskin) Deiyai dan Kepala Distrik (Kadis) Tigi Barat bertanggungjawab atas salah penggunaan Raskin selama tiga tahun, dari tahun 2014 hingga 2016.

“Selama ini (sejak 2014 sampai 2016) masyarakat Tigi Barat menerima Raskin sekali dalam tiga bulan dengan jumlah 98 ton saja. Padahal, pemerintah telah menjatahkan setiap bulan 144 ton,” kata ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat, Ones Ukago, di Jayapura, Selasa (11/10/2016).

Ones Ukago meminta kepada kepala Bulog Provinsi Papua dan Pemda Deiyai agar segera mengganti kontraktor Bulog Deiyai tersebut dan segera mempertanggungjawabkan penggelapan atas beras miskin (Raskin) sejak 2014 hingga 2016 di Distrik Tigi Barat, Deiyai itu.

“Kami juga meminta kepada DPRD Deiyai segera memanggil kepala Distrik Tigi Barat sebagai penanggungjawab Raskin di lapangan untuk dimintai keterangan. Kami meminta agar pihak berwajib segera meminta pertanggungjawaban dari kontraktor dan kepala distrik,” ujarnya.

Menurut dia pemberian Raskin itu ditujukan kepada warga atau setiap kepala keluarga oleh pemerintah secara gratis atau tanpa pungutan apa pun.

Seorang mahasiswa lainnya, Yohanes Bobii, mengatakan pembagian jatah Raskin yang dilakukan kepala distrik sebelumnya, dari 2009 hingga 2013 selalu merata terhadap penduduk setempat.

“Namun, kepala distrik yang sekarang ini tidak baik. Dia harus bertanggungjawab,” tambahnya.

Dia menuding, Raskin tersebut dijual di pasaran oleh oknum-oknum tertentu dan dijadikan proyek pribadi. “Raskin itu kami kedapatan di pasar (Waghete-Deiyai) dititipkan kepada pedagang lalu dijual,” kata Yohanes Bobii.

“Raskin ini milik masyarakat miskin yang dibantu oleh pemerintah, tapi masyarakat malah membeli mereka punya jatah itu. Sungguh, masyarakat rugi. Sangat rugi,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Yermias Anouw: Dana TA sedang dalam pembagian

Selanjutnya

Gubernur Papua diminta turun benahi pemerintahan di Dogiyai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe