Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Raskin disalahgunakan, Mahasiswa tuntut kontraktor dan Kadis Tigi Barat tanggungjawab
  • Jumat, 14 Oktober 2016 — 11:52
  • 1255x views

Raskin disalahgunakan, Mahasiswa tuntut kontraktor dan Kadis Tigi Barat tanggungjawab

“Selama ini (sejak 2014 sampai 2016) masyarakat Tigi Barat menerima Raskin sekali dalam tiga bulan dengan jumlah 98 ton saja. Padahal, pemerintah telah menjatahkan setiap bulan 144 ton,” kata ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat di Jayapura, Selasa (11/10/2016).
Perwakilan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat usai memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa, (11/10/2016) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Mahasiswa Tigi Barat, Deiyai, di Jayapura menuntut kontraktor beras miskin (Raskin) Deiyai dan Kepala Distrik (Kadis) Tigi Barat bertanggungjawab atas salah penggunaan Raskin selama tiga tahun, dari tahun 2014 hingga 2016.

“Selama ini (sejak 2014 sampai 2016) masyarakat Tigi Barat menerima Raskin sekali dalam tiga bulan dengan jumlah 98 ton saja. Padahal, pemerintah telah menjatahkan setiap bulan 144 ton,” kata ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Tigi Barat, Ones Ukago, di Jayapura, Selasa (11/10/2016).

Ones Ukago meminta kepada kepala Bulog Provinsi Papua dan Pemda Deiyai agar segera mengganti kontraktor Bulog Deiyai tersebut dan segera mempertanggungjawabkan penggelapan atas beras miskin (Raskin) sejak 2014 hingga 2016 di Distrik Tigi Barat, Deiyai itu.

“Kami juga meminta kepada DPRD Deiyai segera memanggil kepala Distrik Tigi Barat sebagai penanggungjawab Raskin di lapangan untuk dimintai keterangan. Kami meminta agar pihak berwajib segera meminta pertanggungjawaban dari kontraktor dan kepala distrik,” ujarnya.

Menurut dia pemberian Raskin itu ditujukan kepada warga atau setiap kepala keluarga oleh pemerintah secara gratis atau tanpa pungutan apa pun.

Seorang mahasiswa lainnya, Yohanes Bobii, mengatakan pembagian jatah Raskin yang dilakukan kepala distrik sebelumnya, dari 2009 hingga 2013 selalu merata terhadap penduduk setempat.

“Namun, kepala distrik yang sekarang ini tidak baik. Dia harus bertanggungjawab,” tambahnya.

Dia menuding, Raskin tersebut dijual di pasaran oleh oknum-oknum tertentu dan dijadikan proyek pribadi. “Raskin itu kami kedapatan di pasar (Waghete-Deiyai) dititipkan kepada pedagang lalu dijual,” kata Yohanes Bobii.

“Raskin ini milik masyarakat miskin yang dibantu oleh pemerintah, tapi masyarakat malah membeli mereka punya jatah itu. Sungguh, masyarakat rugi. Sangat rugi,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Yermias Anouw: Dana TA sedang dalam pembagian

Selanjutnya

Gubernur Papua diminta turun benahi pemerintahan di Dogiyai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 3064x views
Pengalaman |— Minggu, 13 Mei 2018 WP | 1217x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 1187x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe