Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI Papua: pertumbuhan ekonomi Papua meningkat
  • Rabu, 06 September 2017 — 15:57
  • 314x views

BI Papua: pertumbuhan ekonomi Papua meningkat

"Melemahnya kinerja ekspor luar negeri menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya pertumbuhan seiring permasalahan ketenagakerjaan dan operasional produksi lapangan untuk pertambangan," ucapnya.
Konpres BI saat publikasi KEKR adi Gedung BI Papua - Jubi/Sindung
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Bank Indonesia (BI) Papua memperkirakan pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua triwulan tiga 2017, mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Disampaikan Kepala Perwakilan BI Papua, Joko Supratikto, kinerja perekonomian Provinsi Papua mencapai 4,91% (year of year: yoy) pada triwulan laporan, lebih tinggi dibandingkan kinerja triwulan sebelumnya sebesar 3,36% (yoy). 

"Angka perkiraan tersebut terutama didorong oleh kinerja pertambangan yang diperkirakan meningkat, membuat kinerja lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh signifikan dari 0,36% (yoy) pada triwulan 2017 menjadi 6,75% (yoy). Kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya penjualan konsentrat tembaga hasil tambang," katanya kepada wartawan dalam Laporan Kajian Ekonomi & Keuangan Regional (KEKR) Papua pada Agustus  2017, di kantor BI Papua, Selasa (5/9/2017)

Joko menuturkan untuk triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 2,9%-3,3% (yoy), lebih rendah dari triwulan II 2017 terutama dipengaruhi oleh base effect, yang mana pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu cukup tinggi (20,4% yoy).

"Melemahnya kinerja ekspor luar negeri menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya pertumbuhan seiring permasalahan ketenagakerjaan dan operasional produksi lapangan untuk pertambangan," ucapnya.

Lanjutnya, dari sisi inflasi, secara umum di Provinsi Papua pada triwulan II 2017 mencapai 3,10% (yoy) menurun jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,89% (yoy). Penurunan inflasi terutama disebabkan oleh rendahnya tekanan harga pada kelompok komoditas volatile foods.

"Terjaganya pasokan komoditas seiring kondisi cuaca dan tinggi gelombang laut yang relatif kondusif menjadi faktor peredam inflasi pada triwulan ini. Di sisi lain, tekanan inflasi sepanjang triwulan II 2017 terutama berasal dari penyesuaian tarif komoditas oleh pemerintah (administered price), seperti tarif listrik untuk pelanggan 900 VA, tarif angkutan udara dan tarif pembuatan SIM, STNK serta BPKB. Hal tersebut menyebabkan tekanan inflasi kelompok ini meningkat signifikan dari 3,69% (yoy) pada triwulan I 2017 menjadi 10,46% (yoy) pada triwulan laporan," paparnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang  Statisitik Distribusi  BPS Papua, Bambang Wahyu Ponco Aji, menyampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Papua akan melakukan Sensus Ekonomi lanjutan terhadap 21.387 usaha, pada 1 Agustus- 30 September 2017. 

"Ada 21.387 usaha yang kami bidik dalam sensus ekonomi lanjutan nanti. Sensus ini bertujuan untuk mengetahui profil dan karakteristik usaha. Pertanyaan yang diajukan berbeda di banding sensus tahun lalu," kata Bambang, di kantornya, Selasa (1/8/2017).

Selain itu, sensus juga untuk mendapatkan data struktur pengeluaran dan pendapatan serta memperoleh gambaran permodalan di masing-masing usaha.(*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Doa KAPP untuk kebangkitan ekonomi OAP dan LE

Selanjutnya

BI akan resmikan Bank Papua jadi kas titipan di Nabire 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe