Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Suu Kyi akhirnya bicara soal Rohingya
  • Rabu, 06 September 2017 — 14:06
  • 649x views

Suu Kyi akhirnya bicara soal Rohingya

Suu Kyi juga mengatakan bahwa kini, banyak informasi salah yang beredar. Informasi itu diedarkan untuk mendukung "kepentingan teroris."
Pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi. Reuters/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Yangon, Jubi - Setelah terus dikecam dunia, pemimpin defacto Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya buka suara mengenai kondisi di Rakhine, di mana kekerasan militer terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya masih terus terjadi.

Suu Kyi yang selama ini bungkam, akhirnya melontarkan pernyataannya mengenai konflik di Rakhine saat berbicara dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, melalui sambungan telepon.

"Kami sangat paham bagaimana rasanya ketika hak asasi dan perlindungan demokrasi dirampas. Jadi, kami memastikan semua orang di negara kami terlindugi haknya. Tak hanya secara politik, tapi juga sosial dan kemanusiaan," ujar Suu Kyi.

Namun dalam perbincangan tersebut, Suu Kyi juga mengatakan bahwa kini, banyak informasi salah yang beredar. Informasi itu diedarkan untuk mendukung "kepentingan teroris."

Teroris yang dirujuk oleh Suu Kyi adalah kelompok bersenjata Pasukan Keselamatan Rohingya Arakan (ARSA). Mereka menyerang sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer di Rakhine pada Jumat lalu.

Serangan ini memicu bentrokan antara militer Myanmar dan Rohingya. Burma Human Rights Network (BHRN) melaporkan, militer tak hanya menghincar ARSA, tapi juga membantai orang Rohingya yang tak terkait dengan serangan itu.

Sejak bentrokan pecah, setidaknya 400 orang tewas dan diperkirakan akan terus bertambah. Namun menurut laporan BHRN, Myanmar terus menutupi konflik ini sehingga warga di Rakhine terperangkap dalam kesengsaraan.

Sekitar 125 ribu orang Rohingya melarikan diri dari Rakhine ke berbagai tempat, terutama ke Bangladesh.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan risiko pembersihan etnis dan destabilisasi regional.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan bahwa lembaga itu membutuhkan dana hingga US$ 18 juta untuk membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, setelah bertemu dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka bahwa Jakarta siap membantu Bangladesh dalam menghadapi krisis tersebut.

Bangladesh tengah menggodok rencana,menempatkan Rohingya yang terdampar di perbatasan negaranya setelah kabur dari kekerasan di Myanmar, ke Thengar Char, salah satu pulau terpencil di Teluk Benggala.

"Kami sudah meminta badan-badan internasional untuk membantu kami memindahkan sementara Rohingya ke satu tempat di mana mereka bisa hidup, di satu pulau bernama Thengar Char," kata Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, (*)

Sumber: CNN Indonesia/Tempo.co

 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

Duka untuk Rohingya bukan milik umat muslim saja

Selanjutnya

Gempa Meksiko, terparah sepanjang 100 tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe