Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov tingkatkan kemampuan pendidikan politik perempuan
  • Rabu, 06 September 2017 — 16:19
  • 1097x views

Pemprov tingkatkan kemampuan pendidikan politik perempuan

"Intinya kami sangat mendukung perempuan berperan di bidang politik, apalagi saat ini sudah cukup banyak, tapi kami inginkan ke depan lebih banyak lagi," katanya.
Asisten Bidang Umum Sekda Papua, Elysa Auri foto bersama peserta pendidikan politik bagi perempuan - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berupaya meningkatkan kemampuan pendidikan politik perempuan, untuk memberi peran lebih kepada perempuan baik di legislatif, yudikatif maupun eksekutif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Papua, Annike Rawar, di Jayapura, Rabu (6/9/2017).

"Kami terus berupaya meningkatkan pemahaman pendidikan politik perempuan, pasalnya keterwakilan perempuan di partai politik maupun lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif serta lembaga kultural belakangan ini cukup tinggi," sampainya.

Menyikapi hal itu, Pemprov Papua melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan menggelar pendidikan politik bagi perempuan yang diikuti delapan kabupaten, yakni Kepulauan Yapen, Yahukimo, Yalimo, Puncak, Mamberamo Raya, Dogiyai, Deiyai dan Intan Jaya.

"Intinya kami sangat mendukung perempuan berperan di bidang politik, apalagi saat ini sudah cukup banyak, tapi kami inginkan ke depan lebih banyak lagi," katanya.

Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri, mengatakan perhatian perempuan di bidang politik baru muncul belakangan ini, sehingga menyebabkan tingkat partisipasi perempuan masih rendah.

Namun di satu sisi, katanya, cukup menggembirakan, sebab di 29 kabupaten dan kota Papua, terdapat beberapa perempuan yang mencalonkan diri, di antaranya Mimika, Nabire, Jayawijaya, serta Kota Jayapura. 

"Walaupun sebatas calon dan jumlahnya masih kurang, tapi hal itu sudah menunjukkan kemajuan bagi perempuan di atas tanah ini," kata Elysa.

Dia menambahkan, potensi diri dan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki perempuan merupakan kekayaan tersendiri dalam konteks sumber daya manusia.

"Meski begitu, perempuan yang terlibat di ranah publik dan politik tidak bisa tiba-tiba, melainkan harus melalui proses penempaan mental sosial dan intelektual dalam waktu memadai," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Bahas saham Freeport, Sekda Hery: Pemprov minta 20 persen

Selanjutnya

Dinas P3A dan KB sosialisasi bahaya mabuk lem aibon

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4599x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4046x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe