Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Dinas P3A dan KB sosialisasi bahaya mabuk lem aibon
  • Rabu, 06 September 2017 — 16:34
  • 817x views

Dinas P3A dan KB sosialisasi bahaya mabuk lem aibon

"Kami ingin sadarkan mereka dari kebiasaan buruk menghirup uap lem aibon, karena dampaknya sangat buruk," kata Annike, di Jayapura, Rabu (6/9/2017).
Kepala Dinas P3A dan KB Papua, Annike Rawar pada suatu kesempatan bersama Sekda Papua, Hery Dosinaen - Dok Jubi
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) Provinsi Papua, dalam waktu dekat akan menggelar sosialisasi, tentang bahaya penggunaan lem aibon untuk mabuk yang marak di kalangan remaja.

Kepala Dinas P3A dan KB Papua, Annike Rawar mengatakan sangat prihatin dengan makin maraknya anak pecandu lem aibon yang berkeliaran di Kota Jayapura dan sekitarnya.

"Kami ingin sadarkan mereka dari kebiasaan buruk menghirup uap lem aibon, karena dampaknya sangat buruk," kata Annike, di Jayapura, Rabu (6/9/2017).

Menurut ia, pemahaman akan bahaya menghirup lem aibon akan melibatkan seluruh anak-anak, remaja maupun dewasa yang sudah masuk dalam kategori penikmat lem aibon.

"Kami akan gelar kegiatan ini di GOR Waringin Kotaraja, dengan harapan ke depan ada perubahan," ucapnya.

Dia menambahkan, menjaga generasi muda Papua dari hal-hal menyimpang tidak bisa dikerjakan sendiri, melainkan perlu keterlibatan semua pihak.

"Kami harap keterlibatan masyarakat, orangtua maupun lembaga pemerintah terkait hal ini," ujarnya.

Lorenzo Palaklely, warga Kelurahan Bhayangkara, Kota Jayapura, mengaku pengguna lem aibon bukan hanya dilakukan orang dewasa dan anak sekolah dasar, tapi sudah menjalar ke anak di bawah umur.

"Mereka terpaksa melakukan itu karena kurang mendapat perhatian dari orangtua, sehingga sangat mudah dipengaruhi lingkungan di mana mereka berada," kata Lorenzo.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah Kota Jayapura maupun pemerintah provinsi melalui dinas terkait jangan hanya diam, dikarenakan keberadaan anak-anak aibon sudah terlihat jelas di depan mata.

"Buat gebrakan dengan bertindak langsung, penanganan ini tidak bisa dilakukan hanya lewat teori," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov tingkatkan kemampuan pendidikan politik perempuan

Selanjutnya

Tunjangan sertifikasi guru triwulan II belum masuk kasda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe