Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tidak pakai helm, siswa SMA dipukul polisi pakai rotan
  • Rabu, 06 September 2017 — 17:20
  • 1134x views

Tidak pakai helm, siswa SMA dipukul polisi pakai rotan

"Ada anggota polisi langsung pukul saya di badan dan kepala pakai rotan," cerita Bryan kepada Jubi, Selasa (5/9/17).
Bryan saat menunjukkan luka di kepalanya. Titus Ruban/Jubi
Titus Ruban
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Nabire, Jubi - Seorang siswa SMA Negeri I Nabire mengalami luka dan pendarahan di kepala, diduga akibat hantaman rotan oleh salah seorang polisi.

Korban bernama Bryan Kowi, mengatakan saat itu ia bersama temannya, Meki Wona, duduk di atas motor di depan Kantor PU. Karena ada polisi dari arah SMP Antonius, mereka lari menuju kantor bupati, menggunakan sepeda motor tanpa mengenakan helm pengaman.

"Ada anggota polisi langsung pukul saya di badan dan kepala pakai rotan," cerita Bryan kepada Jubi, Selasa (5/9/17).

Menurutnya, saat itu temannya yang mengendarai motor. Pukulan rotan awalnya menyasar temannya, tapi kemudian mengenai kepalanya yang saat itu membonceng.

"Kepala saya bocor dan punggung saya memar. Saya kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat," katanya.

Orangtua Bryan, Ester Mandosir, saat ditemui mengatakan anaknya memang melakukan kesalahan, akan tetapi tindakan polisi sudah berlebihan. Akibat pemukulan tersebut, Bryan mengalami luka tujuh jahitan di kepalanya.

"Kalau memang anak kami tidak memakai helm itu memang melanggar aturan, seharusnya ditangkap. Tapi jangan main pukul," kesalnya.

Menurut Ester, keluarga sudah menemui pihak Polres Nabire, namun kecewa dengan jawaban yang didapat.

"Kami sudah ke sana (Pores Nabire) tapi mereka hanya minta maaf. Tidak ada tindakan apa-apa dari pimpinan terhadap anak buah, padahal menurut dokter anak saya mengalami luka serius," katanya.

Hingga berita diturunkan, upaya konfirmasi ke pihak kepolisian masih dilakukan. (*)

loading...

Sebelumnya

Toni Tesar-Frans Sanadi ditetapkan sebagai Bupati dan Wabub Kepulauan Yapen

Selanjutnya

Penembak warga Deiyai divonis minta maaf, SPMR-PHDP tuntut keadilan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe