Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Keuskupan Merauke latih masyarakat membuat pupuk organik cair
  • Kamis, 07 September 2017 — 09:18
  • 630x views

Keuskupan Merauke latih masyarakat membuat pupuk organik cair

Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke memberikan pelatihan kepada 50 orang tentang cara pembuatan pupuk organik. Pelatihan dilangsungkan di kebun PSE Keuskupan.
Masyarakat yang mengikuti pelatihan pembuatan pupik organik cair – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke memberikan pelatihan kepada 50 orang tentang cara pembuatan pupuk organik. Pelatihan dilangsungkan di kebun PSE Keuskupan.

“Dalam pelatihan itu, langsung ditindaklanjuti dengan praktek. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pupuk organik cair  adalah mangga busuk, air kelapa, M4, gula merah, gula pasir serta air,” kata Kepala PSE Keuskupan Agung Merauke, Bruder Johny Kilok, kepada Jubi, Rabu (6/9/2017).

Setelah semua bahan itu dicampurkan, demikian Bruder Johny, dimasukan dalam ember dan ditutup rapat selama dua  minggu. Memasuki hari ketujuh, dibuka dan dicium. Itu dengan tujuan mengantisipasi aroma kurang sedap.

Jika muncul aroma campuran kurang sedap, katanya, dapat ditambah lagi dengan M4. Hingga 14 hari, dibuka dan dimanfaatkan memupuk tanaman seperti sayur, padi, jagung  maupun bunga.

Dikatakan, dalam diskusi sehari, para peserta baik masyarakat umum, religius (pastor dan suster), pelajar serta mahasiswa, minta dibuat brosur dan dilakukan pelatihan secara rutin. Sehingga lebih dipahami lagi.

“Saya meresponi dengan baik. Nanti akan diatur jadwal untuk kunjungan ke sejumlah tempat,” tuturnya.

Dijelaskan, pupuk organik cair telah dimanfaatkan sejak beberapa tahun terakhir. Keuskuan Agung Merauke melakukan pendampingan kepada mama-mama Papua yang membuka areal menanam sayur-sayuran.

Bahkan, lanjut dia, di areal lahan milik Keuskupan Agung Merauke ini, pupuk organik cair digunakan memupuk sayur-sayuran serta padi.

Salah seorang rohaniawan Katolik, Pastor Pius Oematan PR, mengaku program yang dilaksanakan Bruder Johny Kilok sangat sederhana dengan  bahan dasar mangga.

“Saya kira perlu dikembangkan terus agar petani juga terbiasa menggunakan pupuk organik. Karena hasilnya jauh lebih baik dan menguntungkan,” ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pauta: sidang APBD-P 2017 tidak akan molor

Selanjutnya

Klaim belum ‘potong babi’, pemilik ulayat palang tanah 1,15 hektar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe