Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Klaim belum ‘potong babi’, pemilik ulayat palang tanah 1,15 hektar
  • Kamis, 07 September 2017 — 09:27
  • 521x views

Klaim belum ‘potong babi’, pemilik ulayat palang tanah 1,15 hektar

Laurensius Mahuze melakukan pemalangan tanah seluas 1,15 hektar di seputaran Jalan Arafura, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke milik Richard Nainggolan yang telah dibeli dari pemilik ulayat, Yustinus Mahuze tahun 1999 silam seharga Rp 7,25 juta. Pemalangan dilakukan dengan penanaman sasi menggunakan janur pohon kelapa di sekitar lokasi. Akibatnya, pemilik tak dapat melanjutkan pekerjaan melakukan pemagaran keliling lokasi dimaksud.
Richard Nainggolan menunjukkan sejumlah bukti tanah yang telah dibeli – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Laurensius Mahuze melakukan pemalangan tanah seluas 1,15 hektar di seputaran Jalan Arafura, Kelurahan Samkai, Distrik Merauke milik Richard Nainggolan yang telah dibeli dari pemilik ulayat, Yustinus Mahuze tahun 1999 silam seharga Rp 7,25 juta.
Pemalangan dilakukan dengan penanaman sasi menggunakan janur pohon kelapa di sekitar lokasi. Akibatnya, pemilik tak dapat melanjutkan pekerjaan melakukan pemagaran keliling lokasi dimaksud.

“Tadi pagi Laurensius Mahuze datang  membawa janur pohon kelapa sekaligus menancapkan di lokasi sekaligus minta pemagaran dihentikan. Alasannya, belum dilakukan ritual adat dengan potong babi,” ujar Richard Nainggolan, selaku pemilik tanah, Rabu (6/9/2017).

Oleh karena permintaan demikian, Nainggolan memtuskan menghentikan kegiatan dan langsung lapor ke Polres Merauke.

“Saya mau Laurens dipanggil sekaligus dibicarakan dengan baik. Kalau dia menginginkan pelepasan dengan potong babi, saya siap,” ujarnya.

Dikatakan, pembelian tanah dari pemilik sesungguhnya, Yustinus Mahuze, dilengkapi bukti kwitansi pembayaran.

“Beberapa tahun silam, saya sudah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Merauke mengurus sertifikat. Namun dari letak tanah yang ada, bukan atas nama saya tetapi Slamet Riyadi,” ungkapnya.

Dari situ, katanya, sertifikat juga telah digadaikan di salah satu bank.

“Saya menuju ke bank dan ternyata betul sertifikat digadaikan, tetapi sudah sangat lama dan dinyatakan kadaluarsa,” tuturnya.

Setelah mendapat penjelasan pihak bank, lanjut Nainggolan, dirinya menyanggupi membayar Rp 200 juta. Tetapi dengan kompensasi, sertifikat diambil dan diperbaharui kembali.

“Jadi, saya sudah ambil sertifikat dan kembali ke BPN untuk diperbaharui atas nama saya,” tuturnya.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Soeryadi, membenarkan adanya laporan dari Richard Nainggolan, setelah tanah miliknya dipalang.

“Anggota kami sedang menuju ke lokasi dan menjemput orang yang memalang untuk dibicarakan sekaligus diselesaikan dengan baik,” ungkap dia. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Keuskupan Merauke latih masyarakat membuat pupuk organik cair

Selanjutnya

Pembangunan terminal di Kelapa Lima program Provinsi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe