Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Status pailit Nyonya Meneer, Bank Papua tak terpengaruh 
  • Kamis, 07 September 2017 — 10:04
  • 590x views

Status pailit Nyonya Meneer, Bank Papua tak terpengaruh 

Terkait dengan permasalahan gonjang-ganjing pailitnya perusahaan jamu Nyonya Meneer, Direktur Utama Bank Papua, F Zendrato, mengungkapkan pihaknya sebagai kreditur dan tak berpengaruh signifikan terhadap Bank Papua. 
Manajemen Bank Papua setelah berikan keterangan pers- Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Terkait dengan permasalahan gonjang-ganjing pailitnya perusahaan jamu Nyonya Meneer, Direktur Utama Bank Papua, F Zendrato, mengungkapkan pihaknya sebagai kreditur dan tak berpengaruh signifikan terhadap Bank Papua. 

"Yang penting kita tetap lakukan upaya mengembaliaannya, kita berusaha melakukan dan membawa ke pengadilan jika waktu tempo dua bulan tak tercapai. Walaupun begitu kami sudah siapkan dari awal saat sebelum pemberian kredit," ujarnya. 

Apalagi, kata Zendrato, kredit belum jatuh tempo dengan jaminan cukup. Jikalau ada pembeli lainnya untuk menghidupkan perusahaan jamu tentunya tak berdampak sebab investor lainnya akan ada pembicaraan terkait pemabayaran kewajibannya. 

Bank Papua mengetahui permasalahan ini sejak 2015 lalu ada putusan pengadilan terkait dengan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).  Akan tetapi hal ini tidak terbayang jika permasalahan hingga pailit sebab kewajibannya selama ini terus dibayarkan.

"Karena masalah kredit dia termasuk NPL perusahaan bagus. Mungkin salah satu kreditor tak dibayar sehingga ajukan kepailitan,"'ujarnya.

Ditanya jumlah pasti hutang Nyonya Meneer ke Bank Papua, Zendrato mengungkapkan sekitar Rp70 miliar, dengan perinciannya seperti tagihan separatis Rp 58 miliar dan tagihan kongkruen Rp 13 miliar, pinjaman konsumtif dengan penjamin Rp 4 miliar. 

"Ada hak sofensi yang kita pegang dimana kita akan lelang dan berharap dengan waktu dua bulan ini kita mendapatkan investor yang bisa mengakomodir semua dan perusahaan bisa berjalan lagi," lanjut  Zendrato. 

Pihaknya tetap optimis bisa menyelesaikan dan terus bekerjasama dengan curator dan pengadilan.

Sadar Sebayang, Direktur Bisnis dan Resiko, mengakui proses kepailitan Nyonya Menner tak berpengaruh secara signifikan jika dibandingkan portofolio yang ada tidak terlalu besar.

"Aset perusahaan Nyonya Meneer secara nilai likuidasi, bisa memenuhi utang yang ada, tapi itu tergantung dengan nilai lelang yang akan dilaksanakan pada 4  Oktober mendatang. Jika tidak maka kita akan koordinasi dengan kurator saat penjualan aset dan akan minta prosentase pembayaran hutang untuk setiap aset yang terjual," ucapnya.

Jika itu tak tercapai, kata Sadar Sebayang, maka hal ini tak berpengaruh signifikan dengan kondisi bank Papua secara keseluruhan sebab telah dijaminkan. 

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, membenarkan perusahaan pailit Nyonya Meneer memang debitur Bank Papua dan termasuk dalam kredit bermasalah Bank Papua.

"Kami telah minta Bank Papua untuk menyelesaikan permasalahan kredit Nyonya Meneer tersebut dan mari kita tunggu bersama hasilnya krn manajemen Bank Papua telah menyiapkan langkah-langkah konkrit untuk itu," ujarnya.

Terkait dengan waktu penyelesaiannya itu, OJK hanya menargetkan  harus kembali lancar atau dilunasi.

"Masalah waktu itu relatif ya tapi OJK minta secepatnya," ujarnya, saat dihubungi melalui telepon selularnya. (*) 

 

loading...

Sebelumnya

Noken menjadi ‘incaran’ peserta FKMTSI

Selanjutnya

Penyaluran KUR di Papua baru capai Rp 253,2 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe