Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pimpinan OPD terjerat dugaan korupsi beasiswa, diminta mundur
  • Kamis, 07 September 2017 — 18:32
  • 1929x views

Pimpinan OPD terjerat dugaan korupsi beasiswa, diminta mundur

“Kembalikan jabatannya kepada gubernur dan fokus pada proses hukum. Jangan karena kesalahan yang dilakukan pimpinan OPD, berimbas kepada gubernur,” kata BMD, Kamis (7/9/2017).
Ilustrasi pelantikan pimpinan OPD di Lingkungan Pemprov Papua – Dok. Jubi  
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Boy Markus Dawir (BMD) mengingatkan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua, yang ikut terjerat kasus dugaan korupsi beasiswa luar negeri (LN) 2016, untuk mundur dari jabatannya.

Politikus Partai Demokrat itu mengatakan, ini penting dilakukan agar pimpinan OPD yang terkait kasus tersebut, fokus menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

“Kembalikan jabatannya kepada gubernur dan fokus pada proses hukum. Jangan karena kesalahan yang dilakukan pimpinan OPD, berimbas kepada gubernur,” kata BMD, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, sebelum kasus ini muncul, tahun lalu Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan pernah memanggil pihak Biro SDM Provinsi Papua, guna mempertanyakan masalah beasiswa luar negeri.

“Tapi pihak SDM tidak menyerahkan data kepada DPR Papua, dengan alasan data itu rahasia yang tidak dapat dibuka di DPR Papua. Kalau begitu, anggaran yang dialokasikan dan ditetapkan di DPR Papua untuk siapa, untuk setan atau siapa?” tanyanya.

Lanjutnya, mereka yang terkait dalam masalah tersebut tentu sudah tahu apa yang telah dilakukan, begitu juga salah dan benarnya.

“Kalau sudah sadari diri salah, letakkan jabatan saja karena masih banyak putra dan putri Papua yang bisa bekerja,” katanya.

Dalam kasus ini Gubernur Papua, Lukas Enembe, dipanggil Mabes Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Kasus ini juga menuai reaksi dan beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Relawan Lukas Enembe (LE) for Papua Jilid II juga menggelar pertemuan akbar, Kamis (7/9/2017) di Asrama Mimika Waena, Jayapura, Papua, untuk menyatukan persepsi mengawal penuntasan kasus ini.

"Kami mengundang semua pihak yang peduli pada kasus kriminalisasi terhadap Lukas Enembe dalam pertemuan akbar. Kita berbeda, tapi kita satu dalam kemanusiaan," kata Albert Wanimbo, sehari sebelum pertemuan akbar.

Menurutnya, relawan LE dan rakyat Papua akan mengawal serta mengontrol status hukum Lukas Enembe, juga menanyakannya kepada Polri.

"Lukas Enembe bukan hanya Gubernur Papua, tapi jauh dari itu, beliau adalah simbol bagi orang Papua. Mari santun, dan beretika dalam berpolitik," ujarnya.

Selain itu lanjut dia, karena ini berkaitan dengan beasiswa anak-anak Papua di luar negeri, pihaknya mengimbau mahasiswa Papua di luar negeri untuk terlibat dalam mengontrol perkembangan kasus ini.

"Ini bukan masalah kecil, ini masalah besar," katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Komisi V DPRP tak ragukan kemampuan Rektor Uncen terpilih

Selanjutnya

BMD: ada SKPD jual nama gubernur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe