Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Sinyal Jakarta untuk dialog, ULMWP: “Tidak tertarik”
  • Kamis, 07 September 2017 — 19:26
  • 5386x views

Sinyal Jakarta untuk dialog, ULMWP: “Tidak tertarik”

“Kamu tidak menaruh perhatian pada dialog apapun (antara Jakarta dan Papua). Fokus kami adalah mengajak sebanyak mungkin negara-negara anggota PBB untuk mengembalikan West Papua menjadi agenda PBB,” ungkap Mote.
Ilustrasi karikatur Jakarta-Papua Dialog – Jubi doc
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Presiden Joko Widodo dikatakan menyambut baik gagasan dialog yang bertujuan untuk mempercepat kemajuan dan pembangunan di Tanah Papua.

Gagasan akan pentingnya apa yang disebut ‘dialog sektoral’ untuk Papua itu diangkat oleh  empat belas (14) tokoh agama dan adat Papua dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana negara, Jakarta, pertengahan Agustus lalu (15/8).

Terdapat bebera[a intepretasi atas makna dari dialog yang dimaksud. Misalnya, laporan RNZI belum lama ini menggunakan istilah “dialog damai” antara pemerintah Indonesia dan rakyat West Papua untuk menyebut gagasan dialog yang diangkat oleh 14 tokoh tersebut.

Pater Neles Tebay, koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) dan Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur, Abepura, ditunjuk menjadi “person in charge” atau  petugas penanggung jawab terkait dialog tersebut.

Baca Ini penjelasan Pater Neles Tebay tentang penunjukan dirinya oleh Presiden Jokowi

“Dukungan Presiden terhadap dialog sektoral diperlihatkan melalui penunjukkan secara langsung terhadap Pater Neles Tebay, Pak Teten Masduki selaku Kepala Staf Kepresidenan, dan Jenderal (Purn) Wiranto selaku Menteri Kemenkopolhukam, untuk mengurus dialog-dialog ini. …(maka) terbentuklah tim dialog yang terdiri dari tiga orang. Tim ini bekerja mempersiapkan pelaksanaan dialog-dialog sektoral,” ujar Pater Neles Tebay dalam keterangan persnya minggu lalu.

Menurut dia, dialog sektoral yang dimaksudkan para tokoh Papua adalah suatu forum atau pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait dan berkompeten untuk membahas suatu sektor atau bidang tertentu, misalnya dialog sektoral untuk pendidikan, kesehatan, kehutanan, perkebunan, pertambangan, perikanan, dan lainnya.

Sebelumnya terkait dialog itu, menurut Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari dalam keterangannya kepada Jubi (27/8) mendukung niat baik dialog ini karena ketiga tim ada di bawah kontrol langsung Presiden.

“Itu artinya penyelenggaraan dialog Papua-Jakarta akan langsung berada di bawah kontrol serta pemantauan langsung Jokowi sebagai Presiden Jokowi. …kami akan terus mendorong pemerintahan Jokowi agar (dialog) segera terealisasi,” kata Warinussy, yang menjadi bagian dari keempatbelas tokoh yang hadir tersebut Minggu, (27/8).

Namun demikian, dilansir RNZI (5/9), Warinussy mengaku belum jelas apa langkah-langkah selanjutnya terkait dialog itu.

"Karena setelah pertemuan kami dengan Presiden Jokowi tiga minggu lalu, kami tidak melihat langkah-langkah selanjutnya yang harus dikerjakan terkait dialog damai itu. Ini akan jadi masalah menurut saya,” ujarnya.

ULMWP tidak tertarik

Sementara itu ditempat terpisah, Octovianus Mote, Sekretaris Jenderal United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menegaskan pihaknya tidak tertarik untuk dialog ‘bilateral’ (one-on-one) dengan pemerintah Indonesia. Bagi ULMWP, tawaran dialog itu hanya mencari ‘sensasi’ untuk publisitas di saat-saat menjelang pertemuan Forum Pemimpin Pasifik dan Sidang Umum PBB.

“Sudah terlambat. Dunia sekarang sudah tahu kami telah berupaya melakukan dialog dengan Indonesia selama bertahun-tahun. Jika hal semacam itu bisa terjadi, kami hanya tertarik untuk negosiasi, bukan dialog. Yakni sebuah negosiasi yang dimediasi secara internasional,” tegasnya kepada RNZI (5/9).

Bagi Mote, tujuan dari apa yang disebut Indonesia sebagai dialog masalah-masalah “sektoral” itu tidak jelas akan kemana.

“Kamu tidak menaruh perhatian pada dialog apapun (antara Jakarta dan Papua). Fokus kami adalah mengajak sebanyak mungkin negara-negara anggota PBB untuk mengembalikan West Papua menjadi agenda PBB,” ungkap Mote.

“Jadi kalau memang pemerintah Indonesia ingin melakukan dialog tentang isu-isu pembangunan, ya silahkan saja. Mereka bisa melakukannya.”

Namun Mote menegaskan, bagi ULMWP yang sudah diakui dalam kolektif Melanesian Spearhead Group (MSG) sebagai peninjau, maka forum itulah yang menjadi kendaraan bagi perjuangan HAM dan penentuan nasib sendiri West Papua disuarakan di level internasional.

“Jadi mereka (negara-negara anggota MSG) itu sudah menciptakan sebuah forum bagi komunikasi semacam ini untuk dapat dilakukan, namun demikian Indonesia terus menerus menghadang upaya Ketua MSG, Manasseh Sogavare dari Kepulauan Solomon yang bersuara lantang atas derita rakyat West Papua. Ini artinya, Indonesia sebetulnya sudah menutup komunikasi semacam ini (terkait HAM dan penentuan nasib sendiri),” ujar Octovianus Mote yang saat ini sedang menghadiri pertemuan Pemimpin Forum Kepulauan Pasifik di Apia, Samoa.

Sebagai informasi, keempat belas tokoh yang hadir dalam pertemuan bersama Presiden Joko Widodo pada 15 Agustus lalu adalah George Awi (tokoh adat Jayapura), Pater Dr.Neles Tebay (Ketua STFT Fajar Timur Abepura/Koordinator Jaringan Damai Papua), Pdt.Herman Saud, M.Th (Mantan Ketua BP Am Sinode GKI Di Di Tanah Papua), Leonard Imbiri (Sekjen Dewan Adat Papua/DAP), John.R.Gobay (Ketua DAD Paniai), Fientje Jarangga (tokoh perempuan Papua), Uztads Payage (tokoh Muslim Papua), Pdt. Metusaleh Mauri (tokoh Gereja/PGGP), Rode Ros (Anggota MRP perwakilan unsur perempuan Papua), Miryam Ambolon (tokoh Perempuan Papua), Yan Christian Warinussy (Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari/Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua), Pdt.Lipiyus Biniluk dan Febiola Ohee serta Marinus Yaung (Akademisi Fisip Uncen Abepura Jayapura).(*)

*Abeth You berkontribusi dalam laporan ini.

loading...

Sebelumnya

Sekjen PIF berjanji isu West Papua akan didengarkan oleh pemimpin PIF

Selanjutnya

Muslim Papua gelar aksi solidaritas untuk Rohingya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe