Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. LSM Ilalang dan CRCS luncurkan buku tentang Papua
  • Jumat, 08 September 2017 — 11:30
  • 745x views

LSM Ilalang dan CRCS luncurkan buku tentang Papua

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ilalang Papua bekerjasama dengan Center for Religious Cross Cultural Studies (CRCS) meluncurkan sebuah buku berjudul Menyelami Keberagaman Membangun Perdamaian, Sebuah Refleksi Kehidupan Masyarakat Papua.
Pembedah buku Menyelami Keberagaman Membangun Perdamaian, ketika berpose bersama peserta diskusi – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ilalang Papua bekerjasama dengan Center for Religious Cross Cultural Studies (CRCS) meluncurkan sebuah buku berjudul Menyelami Keberagaman Membangun Perdamaian, Sebuah Refleksi Kehidupan Masyarakat Papua.

Direktur LSM Ilalang Papua, Hardin Halidin, usai peluncuran di Susteran Maranatha, Waena, Kota Jayapura, Kamis (7/9/2017), mengatakan hal yang mendasari penulisan buku ini yakni kegelisahan akan minimnya ruang perjumpaan dengan mereka yang berbeda agama dan suku.

"Kalaupun ada namun itu selalu saja mengarah ke formalitas misalnya Forum Keberagaman Umat Beragama (FKUB). Ruang ini sebenarnya kaku, terlalu formali dan tidak menyelesaikan persoalan," ujarnya.

Pihaknya berupaya membuat suatu ruang yang sebenarnya membuka persepsi-persepsi yang keliru dan juga memperbaiki prasangka-prasangka yang ada di masing-masing orang.

"Beranjak dari itu kami melibatkan 16 orang pemuda yang disebut peserta 'Live-in' untuk turun ke beberapa daerah di Papua dan hidup di dalam komunitas yang berbeda secara latar belakang sosial. Kalau dia orang Papua, kita tempatkan dia di orang Jawa atau Batak muslim," ujarnya.

Catatan-catatan dari 16 orang pemuda tersebut melalui buku ini bisa meninggalkan refleksi yang sangat mendalam tentang banyak hal yang menimbulkan prasangka-prasangka yang sebenarnya tidak betul. Akan tetapi, kata dia, ketika kita hidup dengan prasangka itu menimbulkan kemarahan namun tidak pernah ada suatu pertemuan untuk menyelesaikan.

Hardin menjelaskan intinya buku ini adalah refleksi lebih dalam berdasarkan pengalaman peserta live-in, para pemuda potensial dari Jayapura dan Merauke. Bagi mereka, peserta Live-in, yang selama ini bergulat dengan realitas yang kental dengan polarisasi sosial, buku ini adalah catatan monumental tentang transformasi personal, proses menjadi seorang pribadi ‘prasasti perdamaian’.

"Refleksi ini mencakup rangkaian pengalaman-pengalaman personal, mulai dari yang rumit sampai yang sepele, yang diantisipasi dan yang tidak diantisipasi, yang serius dan yang lucu, yang dialami dan dijalani oleh peserta Live-in Papua," ujarnya.

Dia menuturkan, selama seminggu, peserta live-in hidup bersama dengan keluarga yang berbeda, menjalani pengalaman-pengalaman baru seperti hidup bersama dengan yang berbeda agama, yang berbeda etnik, dan tentu saja berbeda budaya.

"Mereka menyelami keragaman mulai pada tingkat keluarga hingga pada tingkat komunitas. Mereka bergulat langsung dengan isu keragaman etnik, agama, bahasa, dan cara pandang sejak pagi hingga malam, dan dari rumah hingga di tempat kerja," tambah dia.

Sementara itu, Syamsul Maarif, Center For Religious Cross Cultural Studies (CRCS) Universitas Gajah Mada (UGM), mengatakan Live In ini merupakan aktivitas lintas budaya adalah semacam latihan berinteraksi dengan orang lain yang berbeda. 

“Peserta live in terlibat langsung dalam pengalaman baru dan unik, berbeda dengan apa yang sebelumnya dirasakan dalam komunitasnya sendiri,” katanya.

Syamsul menambahkan pengalaman pertemuan lintas budaya tersebut dapat mengembangkan keterampilan dalam berelasi dan berinteraksi secara positif dengan orang lain dengan kesadaran tentang keragaman perspektif sebagia fakta.

“Aktivitas Live In  bertujuan untuk membangun dan mengembangkan pemahaman tentang keragaman pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam masyarkat plural,” ujarnya.  

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Satpol PP tertibkan PKL di jalan baru Abepura

Selanjutnya

Sebanyak 19.830 warga Jayapura Utara belum perekaman E-KTP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe