Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Ini alasan Bupati Freddy pembangunan infrasruktur lambat
  • Jumat, 08 September 2017 — 16:15
  • 740x views

Ini alasan Bupati Freddy pembangunan infrasruktur lambat

proses lelang proyek memerlukan waktu hingga tiga bulan. Proses itu melalui beberapa Tahapan mulai pengumuman, proses lelang, adendum hingga masih menunggu sanggahan dari pihak yang kalah.
Kondisi ruas jalan di SP-7, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke yang rusak – Jubi/Frans L Kobun
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi- Bupati Merauke, Frederikus Gebze menyatakan  proses lelang proyek  memerlukan waktu  hingga tiga bulan. Proses itu melalui beberapa tahapan mulai pengumuman, proses lelang, adendum hingga masih menunggu sanggahan dari pihak yang kalah.

“Mekanismenya seperti demikian. Sehingga tidak mengherankan jika pekerjaan fisik tidak serta merta berjalan awal  tahun. Tetapi paling terlambat sekitar Mei atau Juni,” kata Frederikus Gebze, atau akrab dipanggil  Freddy,  kepada sejumlah wartawan Jumat (8/9/2017).

Menurut Freddy selama ini pemahaman orang terhadap penyerapan anggaran lebih kepada pekerjana fisik, padahal sebenarnya tidak. Ia menjelaskan potensi yang mempunyai nilai jual dari masyarakat  dapat dibeli. Namun ia menegaskan masih terhambat  di regulasi yang belum ada.

“Pemerintah tak  serta merta mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Kan, harus ada dasar hukum yang kuat terlebih dahulu,” kata Freddy menjelaskan.

Saat diwawancarai wartawan, Freddy juga menyinggung hubungan antara  legislatif dan eksekutif selama ini berjalan sangat baik. Hal itu ditandai dengan komunikasi rutin, termasuk  selalu  meminta pandangan dari para wakil rakyat saat menjalankan kebijakan dan berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan.

“Karena itu semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Ndiken mengaku selalu hearing bersama pemerintah dengan cara memberikan masukan kepada pemerintah agar orang asli Papua diperhatikan.

“Kenapa saya kiritisi berbagai kebijakan pemerintah, karena program pembangunan untuk orang asli Papua belum berjalan maksimal,” tegas Hengky.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Warga Sentani resah oleh pengendara ugal-ugalan

Selanjutnya

Ratusan orang protes sikap penyidik Bareskrim Polri

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe