Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Perempuan diminta berani laporkan tindak kekerasan
  • Minggu, 10 September 2017 — 12:21
  • 467x views

Perempuan diminta berani laporkan tindak kekerasan

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua minta perempuan tidak takut melaporkan tindak kekerasan yang dialami kaum hawa dan anak-anak di daerah tersebut.
Ilustrasi hari anti kekerasan terhadap perempuan - tempo.co
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua minta perempuan tidak takut melaporkan tindak kekerasan yang dialami kaum hawa dan anak-anak di daerah tersebut.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Papua, Annike Rawar, meyakini sampai saat ini masih ada kaum hawa yang enggan malapor tindak kekerasan yang dialami karena takut.

"Kami siap memberikan bantuan hukum kepada perempuan supaya pelaku bisa dijerat sesuai aturan hukum yang berlaku," kata Annike, di Jayapura, Minggu (10/9/2017). 

Menurutnya, jumlah kekerasan dalam rumah tangga di Papua dan Papua Barat sejak 2016  sudah menyentuh angka 2000-an kasus.

"Jumlah ini tercatat di kepolisian maupun Dinas Pemberdayaan Perempuan," ujarnya.

Tahun 2017 pihaknya mencatat ada 19 kasus kekerasan, yang mana sebagian besar merupakan tindakan pemerkosaan terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

"Kasusnya kami sudah mintakan kepada pihak kepolisian untuk memproses. Sebab tindakan ini merupakan pidana yang harus diproses sesuai aturan hukum," katanya.

Menanggapi itu, Annike Rawar kembali berpesan kepada perempuan di seluruh Papua untuk berani melapor ketika melihat ataupun mengalami tindak kekerasan.

Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Azriana, 
menyarankan pemerintah dan masyarakat satu suara untuk bagaimana menggunakan peluang yang diberikan Undang-undang otonomi khusus untuk bergerak maju melakukan pemenuhan terhadap perempuan Papua, terutama yang memgalami kekerasan dan pelanggaran HAM.

"Ketika berbicara mengenai kesejahetraan perempuan Papua yang mengalami kekerasan dan diskriminasi berlapis, kita harus melihat undang-undang ini sebagai peluang. Ini yang belum sepenuhnya dilakukan," kata Azriana. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Roberth: masyarakat biasakan konsumsi pangan lokal

Selanjutnya

Pengusaha asli Papua harus berani maju

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe