Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pengurangan dana dan kontrol politik hancurkan sistem universitas PNG
  • Minggu, 10 September 2017 — 12:42
  • 871x views

Pengurangan dana dan kontrol politik hancurkan sistem universitas PNG

“Kematian perlahanan karena pemotongan tahunan ini akan menyakiti Unitek PNG. Tetapi jika Anda, terlebh lagi, juga memolitisir manajemennya, maka Anda yakinlah dalam 10 atau 15 tahun tidak ada sistem universitas kredibel yang bertahan di Papua Papua Nugini.”
Direktur Utama Universitas Teknologi PNG, Albert Schram (kanan) dengan seorang kolega di kampus Unitek di Lae – RNZI /Johnny Blades
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Lae, Jubi – Direktur Utama Universitas Teknologi Papua Nugini mengingatkan bahwa sistem universitas di negara tersebut secara bertahap termusnahkan akibat menurunnya pendanaan dan campur tangan politik.

Albert Schram mengatakan pemerintah mengurangi dana untuk Unitech dari 45 juta Kina ke 40 juta Kina (US $ 13,8 ke US $ 12,3 juta) tahun anggaran ini, dan menurut perkiraannya tren ini akan berlanjut.

Sejak Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi yang baru disahkan tahun 2014, pemerintah berusaha mengontrol penunjukan staf manajemen universitas.

Ini sangat menggusarkan Unitek PNG yang baru saja bangkit dari krisis pemerintahan yang berkepanjangan akibat campur tangan politik.

Dr Schram berharap perubahan front di parlemen masa jabatan baru akan mendorong agar sistem universitas ini dapat bertahan.

“Kematian perlahanan karena pemotongan tahunan ini akan menyakiti Unitek PNG. Tetapi jika Anda, terlebh lagi, juga memolitisir manajemennya, maka Anda yakinlah dalam 10 atau 15 tahun tidak ada sistem universitas kredibel yang bertahan di Papua Papua Nugini.”

Menurut Dr Schram, Unitek telah melakukan yang terbaik untuk bangkit kembali setelah terjadi penghancuran dan kerusakan signifikan akibat protes mahasiswa terhadap perdana menteri tahun lalu.

Dia juga menjelaskan ada batasan dalam apa yang bisa dicapai lembaga ini dengan pendanaan yang terus menurun.

Pemotongan dana berarti lembaga tersebut tidak dapat tumbuh sesuai kebutuhan untuk merekrut lebih banyak mahasiswa, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Dengan kepemimpinan yang baik dan investasi yang memadai, anda bisa menumbuhkan sistem universitas dengan pesat," Dr. Schram menjelaskan.

“Tapi jika investasi keuangannya tidak ada, maka untuk menjaga kredibilitas sistem universitas menjadi hal yang menantang. Karena kita tidak terlalu yakin apakah kita akan mendapatkan dana untuk pengelolan infrastruktur kampus, (karena) kita belum meningkatkan jumlah siswa yang diterima.”(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Kebijakan sekolah gratis di Vanuatu segera dimulai

Selanjutnya

PIF sekadar Talkfest Pasifik lainnya, bagaimana dengan jejak karbon?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4599x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4044x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe