Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Forkopmade Jawa dan Bali minta dana tugas akhir
  • Minggu, 10 September 2017 — 13:47
  • 1007x views

Forkopmade Jawa dan Bali minta dana tugas akhir

Mereka mengaku kesal dengan cara pembagian dana tugas akhir (TA), pemondokan atau operasional dan pengembangan organsiasi tahun 2017 yang cenderung pilih kasih.
Ilustrasi mahasiswa Deiyai saat melakukan demonstrasi damai di Waghete - Doc.Jubi
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai (Forkopmade) di Jawa dan Bali meminta Pemerintah Kabupaten  Deiyai menganggarkan dana akhir studi. Mereka mengaku kesal dengan cara pembagian dana tugas akhir (TA), pemondokan atau operasional dan pengembangan organsiasi tahun 2017 yang cenderung pilih kasih.

“Dinas terkait secepatnya harus anggarkan dana tugas akhir, pemondokan dan pengembangan organsiasi,” kata Derius Pekei, pengurus mahasiswa Deiyai se Jawa dan Bali, Minggu (10 /92017)

Derius Pekei meminta dana yang ia minta itu harus turun ke setiap kota studi di Jawa dan Bali karena selama ini telah melewati batas pembayaran kewajiban per tahun. “Supaya mereka sendiri lihat dari dekat,” kata Derius menambahkan.

Keterlambatan dana untuk biaya kuliah itu belum dijelaskan karena selama ini pemerintah daerah tak pernah komunikasi.  Menurut Derius, realisasi dana itu seharusnya dicairkan serentak di seluruh Indonesia, bukan sebagian seperti yang terjadi di Papua, Sulawesi dan Kalimantan yang lebih dulu diberikan dari Bali.

Mantan ketua IPMANAPANDODE Bandung itu mengaku kecewa, ia mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Deiyai yang selalu terjadi setiap tahun. “Sedangkan mahasiswa harus memenuhi kebutuhan KKN atau PKL itu sebelum bulan Juni atau Juli,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Deiyai, Piter Adii menyatakan keterlambatan pembagian dana tugas akhir karena mahasiswa terlambat kirim data. Padahal, sudah kasih tahu kepada mahasiswa harus mendata sejak bulan Januari 2017 lalu.

“Itu karena terlambat kirim data. Justru mereka (mahasiswa) yang terlambat kirim data,” kata Piter.

Tercatat saat ini yang sudah menerima kucuran mahasiswa di Nabire, Jayapura, Papua Barat dan Makassar.

Piter mengaku mulai tahun 2017 semua uang ada di kas daerah, uang itu tak bisa diproses karena tidak dilengkapi data. “Mulai tahun ini semua uang ada di kas daeerah, dana pendidikan belum masuk di rekening dinas pendidikan,” katanya.

Ia menjamin akan mengirimkan uang ke setiap kota studi sekalian membentuk tim turun membagikan jika mahasiswa sudah mengirim data.

loading...

Sebelumnya

Kontingen Pesparawi Nabire targetkan juara di semua kategori

Selanjutnya

Bupati Nabire: sarjana STT Walter Post diharapkan bantu pemerintah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe