Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Bahan dari hutan, harga noken anggrek layak mahal
  • Minggu, 10 September 2017 — 14:13
  • 969x views

Bahan dari hutan, harga noken anggrek layak mahal

“Kalau mau buat noken anggrek memang cari bahan lumayan berat. Karena kami ambil anggrek bukan di dekat tapi cari di hutan yang jauh dari rumah. Terus, proses pengeringan butuh satu minggu,” katanya kepada Jubi di Nabire, Sabtu, (10/9/2017).
Mama Naomi, penjual noken anggrek di Jln. Yos Sudarso Nabire, di depan Taman Bunga Bangsa, Sabtu, (9/9/2017) – (Abeth You/Jubi)
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi – Di tanah Papua, setiap daerah memiliki noken dengan ciri khas masing-masing. Noken merupakan tas tradisional dan pengrajinnya kebanyakan berasal dari kawasan pegunungan tengah Papua, di antaranya Suku Lani, Dani, Damal, Mee dan lainnya.

Dari sekian banyak noken yang dibuat masyarakat Papua, salah satunya adalah noken anggrek. Noken ini lebih banyak dianyam oleh suku Mee yang mendiami pegunungan Mapiha, Dogiyai. 

Menurut pengrajin noken anggrek, Derek Degei (42), bahan diambil dari hutan yang cukup jauh, seperti anggrek berwarna kuning, kulit kayu (bebi) dan beberapa macam lainnya. Sehingga harus dikeringkan selama seminggu lebih, untuk memulai penganyaman noken yang dikenal unik itu.

“Kalau mau buat noken anggrek memang cari bahan lumayan berat. Karena kami ambil anggrek bukan di dekat tapi cari di hutan yang jauh dari rumah. Terus, proses pengeringan butuh satu minggu,” katanya kepada Jubi di Nabire, Sabtu, (10/9/2017).

Ia mengatakan, proses pembuatan noken berwarna kuning kurang lebih sebulan, jika tidak ada kendala.

“Kalau tidak ada hambatan, dua minggu berhasil dibuat satu noken anggrek. Tapi kalau noken anggrek yang berkelas bisa satu bulan kami anyam,” ucapnya.

Oleh karena itu, alasan mereka menjualnya mahal di pasaran, ketimbang noken biasa. Walaupun demikian, noken tersebut diakui laris manis. 

Penjual noken anggrek lainnya di Jln. Yos Sudarso Nabire, Mama Naomi (33), mengatakan noken anggrek yang dijualnya berbeda harga mulai dari yang besar hingga kecil.

“Yang besar itu satu harganya Rp3,5 juta. Yang ke bawah ada Rp2,5 juta. Terus, ada Rp1,5 juta, juga ada Rp1 juta dan yang kecil harganya Rp500 ribu,” urainya.

Menurutnya, perbedaan harga selain karena bahan, juga dari sisi merek dan jenis sulaman yang berbeda. Harga lebih mahal karena sulaman bervariasi dan memerlukan banyak bahan. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Dewan adat minta presiden resmikan kampung wisata

Selanjutnya

BEI buka Galeri Investasi di IISIP YAPIS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe